logo


Sering Dituduh Sebarkan Data Hoaks, Petugas Quick Count Mengaku Lelah, "Jadi Sedih Lagi...."

Petugas quick count merasa sedih dengan tudingan sebarkan data hoaks

20 April 2019 14:17 WIB

Penghitungan suara di TPS 28
Penghitungan suara di TPS 28 Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Petugas quick count mengaku sedih dan lelah mendengar tuduhan di media sosial yang menyebut lembaga survei sajikan data hoaks karena berpihak pada paslon tertentu.

Pada laman Twitter salah satu petugas quick count, @Raraiswahyudi yang bertugas sebagai konfirmator bercerita betapa sibuknya para petugas itu untuk menyajikan data quick count yang bisa disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga: Sambil Menangis, Minta Rakyat Jihad untuk 02, Netizen ke Rachmawati, "yang Suka Nangis Itu Anak-anak"


Sindir Banyak Tokoh yang Main Aman Pasca Pemilu, Netizen ke Amien Rais, "Ada Juga yang Main Gila Lho"

Prabowo Klaim Kemenangan, Peneliti Luar Negeri: Itu Terlihat Agak Absurd Bagi Dunia Luar

Dalam unggahannya itu pula, Rara juga bercerita selama seharian penuh para petugas di lapangan menunggu di TPS yang telah ditentukan, menanti perhitungan suara selesai dan hitungan suara disahkan. Bahkan, para petugas lapangan ini rela pulang larut malam untuk menunggu perhitungan suara selesai.

Dari data tersebut,  petugas lapangan harus melaporkan hasilnya kepada konfirmator yang bertugas. Setelah itu, data diolah dan dipastikan kebenarannya hingga kemudian dapat ditampilkan ke masyarakat luas.

"Capek banget lah pokoknya. Tapi senang akhirnya selesai. Tetapi jadi sedih lagi karena ternyata banyak orang masih nganggep hasil quick count itu hoaks. Gimana dah, " tulis Rara dengan emoji sedih.

Prabowo Klaim Kemenangan, Pakar Australia Bilang, "Gangguan pada Dunia Fantasi Itu...."

"Jangankan kepikiran bikin hoaks buat quick count, merhatiin paslon mana yang paling unggul aja enggak. Karena seharian kita sibuk memastikan angka yang masuk ke sistem itu tepat, berdasarkan hasil dari TPS masing-masing," tandasnya.

Isyaratkan Adanya Gerakan Massa, Netizen ke Prabowo, "Musuh Negara Ternyata...."

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata