logo


Dari 206.852 Peminat, 16.666 Siswa Dinyatakan Lulus Seleksi PMDK di 42 Politeknik Negeri

Menurut Menristekdikti, angka pendaftar PMDK-PN tahun ini naik sebesar 13% dari tahun lalu

18 April 2019 15:45 WIB

Menristekdikti, M. Nasir mengumumkan hasil seleksi PMDK-PN, di kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu (16/4)
Menristekdikti, M. Nasir mengumumkan hasil seleksi PMDK-PN, di kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu (16/4) Kemenristekdikti

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Riset, Teknologi, dan pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengumumkan sebanyak 16.666 siswa lulus seleksi Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN), dan diterima di 42 politeknik negeri di seluruh Indonesia. Nama-nama siswa yang lulus seleksi ini dapat dlihat melalui web htttp://pmdk.politeknik.or.id.

“Siswa yang lulus tersebut berasal dari 206.852 siswa yang mendaftar dari 8.421 sekolah asal,” kata Nasir, pada Konferensi Pers Pengumuman Hasil PMDK-PN 2019 di Politeknik Negeri Semarang, belum lama ini.

Menurut Menristekdikti, angka pendaftar PMDK-PN tahun ini naik sebesar 13% dari tahun lalu, yakni dari 183.827 siswa menjadi 206.852 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang berminat untuk studi lanjut di politeknik naik secara signifikan. Bahkan di beberapa politeknik, ada kenaikan pendaftar mencapai hampir 30%.


UI Gandeng Tokopedia Bangun Pusat Penelitian Kecerdasan Buatan, Menristekdikti Berharap...

Politeknik juga menjaring calon mahasiswa dari kalangan dengan ekonomi terbatas. Kemenristekdikti telah menyiapkan beasiswa Bidikmisi bagi 10.000 calon mahasiswa politeknik yang lolos seleksi melalui jalur PMDK-PN dan UMPN (Ujian Masuk Politeknik Negeri).

Nasir menjelaskan bahwa kenaikan animo siswa untuk mendaftar di politeknik menunjukkan bahwa baik siswa dan orang tua siswa sudah teredukasi dengan baik tentang politeknik. Politeknik bukan lagi menjadi pilihan kedua, namun menjadi perguruan tinggi pilihan untuk menjadi lulusan terampil dan berkompetensi.

“Diharapkan, kita bisa meningkatkan fasilitas yang ada di politeknik. Pemerintah ingin mendorong penyiapan tenaga kerja profesional, apa yang sudah dilakukan di tahun 2018 dan 2017 ternyata mengalami kemajuan yang luar biasa di politeknik yaitu dengan cara mendapatkan sertifikat kompetensi,” tutur Nasir.

Menristekdikti menyampaikan, nantinya Kemenristekdikti akan mengintegrasikan seleksi masuk politeknik dengan jalur SNMPTN maupun SBMPTN, untuk menjaring mahasiswa yang berkualitas sesuai dari kompetensinya masing-masing.

Hadiri ISS 2019, Menristekdikti Sebut Jumlah Startup RI Pertama di ASEAN

Halaman: 
Penulis : Riana