logo


Tanggapi Prabowo, LSI Denny JA: Jika Ada Lembaga Survei Dibayar, Pastilah Dibayar

"Kita tidak bantah karena mustahil LSI membiayai diri sendiri semua"

18 April 2019 14:49 WIB

Prabowo Subianto memperdengarkan pidato Bung Tomo dalam Pidato Kebangsaan di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4)
Prabowo Subianto memperdengarkan pidato Bung Tomo dalam Pidato Kebangsaan di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4) Doc Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menanggapi pernyataan Prabowo yang menyebut hitung cepat yang dirilis oleh lembaga survei merupakan upaya penggiringan opini dirinya kalah.

Denny JA menegaskan bahwa LSI Denny JA merupakan lembaga yang dibayar. Tetapi, mana mungkin mereka memberikan data palsu yang ditunjukkan kepada publik.

Baca Juga: Heboh Kabar Sandiaga Diusir Prabowo Sebab Menolak Deklarasi Kemenangan, Ini Penjelasan BPN


Soal Klaim Menang Prabowo, Cyrus Network Tantang Buka Data 5.000 TPS

Lakukan Pertemuan dengan Zulkifli Hasan, Sandi: Bang Zul Ingatkan Tentang....

"Kita tidak bantah karena mustahil LSI membiayai diri sendiri semua, terus siapa yang menggaji kita? Tapi di situlah kuncinya. Kita mustahil bayar orang kalau data nggak kredibel. Orang nggak mau beli data palsu, makin mahal lembaga survei, makin kredibel (hasilnya). Jika ada lembaga survei dibayar, pastilah dibayar," terang Denny JA yang Jitunews kutip dari detik.com (17/4).

Kemudian, ia menambahkan semuanya bisa terbukti dari jejak digital. Dengan jejak digital, bisa dilihat apakah lembaga survei tersebut akurat atau tidak.

"Kita hidup di era jejak digital kita tercatat di internet, di Google. Diketik saja lembaga-lembaga quick count itu, bagaimana record mereka dalam membuat quick count. Dan apabila lembaga quick count berdiri 10 tahun yang lalu, apabila semua akurat, ya hasilnya pun mirip-mirip," tandasnya.

Netizen Komentari Sujud Syukur Prabowo,"Jujur Saya Malah Kasihan..."

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata