logo


Kementan Dorong Akselarasi Ekspor Jayapura

Kepala Badan Karantina Kementan, Ali Jamil, menargetkan, nilai ekspor tahun ini meningkat dua kali lipat, lebih tajam dari nilai ekspor tahun sebelumnya.

18 April 2019 14:29 WIB

Kementan Dorong Akselarasi Ekspor Jayapura
Kementan Dorong Akselarasi Ekspor Jayapura Kementan

JAYAPURA, JITUNEWS.COM - Nilai ekspor produk non migas bidang pertanian di Jayapura mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Keberhasilan ini merupakan bukti dari kerja keras para petani yang didorong dengan berbagai bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) selama empat tahun terakhir.

asarkan data, nilai ekspor produksi tani papu ke luar negeri mencapai Rp 35,6 miliar. Angka tersebut merupakan jumlah keseluruhan yang terjadi pada tahun 2018. Sedangkan Januari-Maret 2019, ekspor Papua mencapai 29,1 persen. Jumlah ini naik tajam jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 10,3 miliar.

Kepala Badan Karantina Kementan, Ali Jamil, menargetkan, nilai ekspor tahun ini meningkat dua kali lipat, lebih tajam dari nilai ekspor tahun sebelumnya. Kata dia, nilai tahun ini harus bisa menguat bahkan menguasai pasar Asia, Eropa dan Amerika.


Jaga Stabilitas Harga Bawang Merah dan Bawang Putih, Kementan 'Gercep' Lakukan Ini

"Dengan upaya yang ada, bersama pemerintah Papua kami yakin target ekspor bisa dua kali lipat dari tahun sebelumnya," katanya, belum lama ini.

Menurut Jamil, kopi Wamena sangat digemari penduduk luar negeri karena memiliki citarasa yang khas. Untuk itu, melalui program Ayo Galakan Ekspor Produk Pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa (Agro Gemilang), Kementan akan meningkatkan semua pelatihan dan bimbingan teknis seperti memenuhi persyaratan sanitary and phytosanitary (SPS) sesuai yang diminta negara tujuan.

"Tentu kita ingin agar para petani bisa mendapatkan nilai tambah yang optimal, sehingga bisa menambah kesejahteraan petani dan membuka lapangan kerja baru di bidang pertanian," katanya.

Sekedar diketahui, luas lahan pertanian kopi di Jayawijaya mencapai 1.910 hektare. Luasan tersebut tersebar di 24 Distrik seperti di Walesi, Kurulu, Hubertus dan Pyramid. Sedangkan produktifitas kopi wamena berada pada kisaran 600-650 kg per hektare.

"Untuk produksi kopi pada tahun 2017 mencapai 125,8 ton. Kopi wamena sendiri layak untuk didorong menjadi komoditas ekspor karena kalau sudah diolah menjadi kemasan siap minum, potensi nilai jualnya jauh lebih tinggi," tuturnya.

Mentan Optimistis B100 Mampu Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Halaman: 
Penulis : Riana