logo


KKP dan Kementerian PUPR Perkuat Komitmen Pengembangan Infrastruktur Kawasan Perikanan Budidaya

Perjanjian Kerjasama ini merupakan tindaklanjut dari Nota Kesepahaman Bersama antara Kementerian PUPR dengan KKP

15 April 2019 20:54 WIB

Penandatangan kesepakatan antara KKP dengan Direktur Jenderal Sumberdaya Air PUPR di Jakarta, Jumat (12/4)
Penandatangan kesepakatan antara KKP dengan Direktur Jenderal Sumberdaya Air PUPR di Jakarta, Jumat (12/4) KKP

"Kita telah siapkan DED yang nantinya sebagai acuan bagi Kementerian PUPR dalam melakukan intervensi dukungan sesuai lokasi yang telah ditetapkan. Jadi, semua pihak harus berperan aktif dan memanfaatkan kerjasama ini dengan sebaik-baiknya, sehingga kita dapat mewujudkan pembangunan perikanan budidaya di Indonesia yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, tutup Slamet.

Sementara itu, Dirjen Sumberdaya Air, Kementerian PUPR, Hari Suprayogi menyampaikan apresiasinya atas kerjasama ini. Ia berharap adanya peningkatan nilai tambah dari subsektor perikanan budidaya.

“Ini merupakan komitmen Kementerian PUPR untuk penggunaan air irigasi tambak yang efisien sehingga dapat berkelanjutan”, sebutnya.


Tingkatkan Konsumsi, KKP Genjot Kampanye Gemarikan di Lumajang

Heri menambahkan setiap tahunnya Ditjen SDA sudah mempunyai rencana kerja, tinggal perlu diskronkan dengan program Ditjen Perikanan Budidaya dengan memperhatikan desain, kelembagaan dan skenario ramah lingkungan.

“Kerjasama ini intinya ingin mengsikronisasikan program supaya dapat mendukung fasilitas kawasan perikanan budidaya, dimana selama 5 tahun sudah dibangun 150 daerah irigasi tambak (DIT), sedangkan tahun 2019 ini ada 25 DIT di 25 kabupaten/kota”, tambah Heri.

Untuk diketahui, program pembangunan perbaikan saluran irigasi tambak yang telah dilakukan KKP melalui program Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (PITAP). Tahun 2013, luas lahan terlayani 304 Ha, dengan jumlah kelompok Pengelola Irigasi Tambak (poklina) 5 kelompok dan penyerapan tenaga kerja 150 orang. Kemudian, tahun 2014 luas lahan terlayani 561 Ha penerima sebanyak 17 poklina serta mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 150 orang. Lalu, tahun 2015 seluas 2.190 Ha, degan jumlah poklina sebesar 146 kelompk dan penyerapan tenaga kerja 4.380 orang. Tahun 2016 dengan luas lahan terlayani 12.100 Ha pada 234 foklina dan mampu menyerap tenaga kerja 7.020 orang, sedangkan tahun 2018, luas lahan terlayani 1.083,71 Ha dengan menyerap 1.328 orang tenaga kerja pada 16 foklina.

Kementerian PUPR Uji Sertifikasi 4.524 Tenaga Kerja Konstruksi di Jawa Tengah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata