logo


Ada WNI Tak Bisa Nyoblos di Hong Kong, Ini Penjelasan Bawaslu

Sesuai aturan Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) ditutup pada pukul 19.00

15 April 2019 15:54 WIB

Ketua Bawaslu Abhan.
Ketua Bawaslu Abhan. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Bawaslu, Abhan, mengatakan bahwa ada keributan pada pemilihan di Hong Kong. Abhan mengatakan bahwa ada 20 WNI yang tidak bisa mencoblos karena penyelenggara pemilu sudah menutup daftar antrean.

"Saya kemarin di Hong Kong ya. Jadi misalnya begini, di Hong Kong antusiasnya tinggi, masyarakat pukul 8.00 sudah antre, sampai antrean panjang. Ada yang pukul 17.00 baru masuk gunakan hak pilih," ucap Abhan kepada wartawan di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Senin (15/4).

Abhan mengatakan bahwa sesuai aturan Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat. Meski begitu, Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara Luar Negeri (KPPSLN) dan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Hong Kong masih mengakomodasi masyarakat yang sudah datang.


Polisi Pastikan Ratusan Tahanan di DIY Ikut Memilih Dalam Pemilu 2019

"Kemudian kan di luar negeri sampai pukul 19.00, maka kami waktu itu, PPLN dan saksi bersepakat sampai pukul 19.00 antrean itu sudah ditetapkan terintegrasi. Maka di akhir antrean disetop kemudian dimasukkan ke gelanggang," jelas Abhan.

Setelah ditutup, ada sekitar 20 orang datang meminta untuk memilih, karena sudah ditutup maka mereka tidak bisa memilih.

"Sudah tutup, closed. Kemudian jeda 20 menit ada rombongan sekitar pukul 19.45 hampir pukul 20.00 ada rombongan 20-25 orang minta untuk bisa masuk. Akhirnya PPLN sepakat ini tidak lagi, kita sudah akomodir antreannya," ucap Abhan.

Wiranto Larang Mobilisasi Massa Setelah Quick Count Pemilu 2019

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata