logo


Festival Wastra Nusantara Kembalikan Makna Nilai Tradisi Indonesia

Festival ini merupakan pertama kali diselenggarakan dengan menampilkan koleksi wastra para ibu negara

12 April 2019 12:32 WIB

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menyelenggarakan Festival Wastra Nusantara di Museum Kepresidenan Republik Indonesia, Balai Kirti, Bogor, pada tanggal 8 s.d. 14 April 2019. Festival ini dibuka secara resmi oleh Presiden ketiga RI, Bapak BJ Habibie, ditandai dengan pemecahan kendil berisi kembang setaman.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menyelenggarakan Festival Wastra Nusantara di Museum Kepresidenan Republik Indonesia, Balai Kirti, Bogor, pada tanggal 8 s.d. 14 April 2019. Festival ini dibuka secara resmi oleh Presiden ketiga RI, Bapak BJ Habibie, ditandai dengan pemecahan kendil berisi kembang setaman. Kemendikbud

BOGOR, JITUNEWS.COM - Agenda strategis Pemajuan Kebudayaan adalah menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi dalam budaya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif. Sementara, resolusi Kongres Kebudayaan Nasional sebagai rencana kerja aksi bersama yang memastikan peningkatan kreatif antarbudaya.

Terkait dengan hal itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menyelenggarakan Festival Wastra Nusantara di Museum Kepresidenan Republik Indonesia, Balai Kirti, Bogor, pada tanggal 8 s.d. 14 April 2019.

Festival ini dibuka secara resmi oleh Presiden ketiga RI, BJ Habibie, ditandai dengan pemecahan kendil berisi kembang setaman.


Kemendikbud: Penguasaan Baca, Tulis, dan Hitung Tidak Wajib Bagi Anak PAUD

Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjen Kebudayaan) Kemendikbud, Hilmar Farid, menjelaskan, wastra adalah kain tradisional yang memiliki makna dan simbol tersendiri, yang mengacu pada dimensi warna, bahan, dan ukuran. Wastra dapat berupa batik, songket dan tenun.

“Wastra dianggap bernilai tinggi karena setiap wastra sejatinya memiliki sejarah dan maknanya masing-masing,” disampaikan Hilmar dalam Pembukaan Festival Wastra Nusantara, di Museum Kepresidenan Republik Indonesia, Balai Kirti, Bogor, belum lama ini.

Dijelaskan Hilmar, festival ini merupakan pertama kali diselenggarakan dengan menampilkan koleksi wastra para ibu negara, mulai dari ibu negara pertama hingga ibu negara saat ini.

Selain itu, juga ditampilkan koleksi para tokoh nasional dan kolektor yang diseleksi secara khusus oleh tim kurator.

“Maksud dari kegiatan ini sederhana, yaitu karena sudah tersimpan cukup lama di museum nasional. Persiapan cukup singkat dan menghadirkan tidak kurang dari 100 wastra. Saya sendiri memakai wastra dari Sumba Timur,” jelas Hilmar.

Di samping menampilkan koleksi tersebut, lanjut Hilmar, festival ini diharapkan dapat mengajak siswa untuk mengenal dan mempelajari wastra.

“Wastra tidak sekedar kain tetapi ada nilai-nilai dan filosofinya. Banyak dari kita menggunakan wastra ibarat perpustakaan berjalan. Maksud dari pameran ini yaitu bisa mengembalikan makna nilai yang ada di tradisi kita. Kita akan berkeliling untuk memamerkannya ke seluruh Indonesia mulai bulan Mei 2019. Ada 111 museum di Indonesia yang dikelola oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Dengan cara itu, kita dapat meneruskan nilai nilai kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.

Mendikbud Apresiasi Kerja Sama Masyarakat dan Sekolah untuk UNBK 100% di Sulsel

Halaman: 
Penulis : Riana