logo


Mengaku Prihatin, Kemenko PMK Akan Pantau Terus Kasus Penganiayaan Anak SMP di Pontianak

“Kemenko PMK prihatin terhadap kejadian perundungan yang dilakukan pelajar di Pontianak dan mengharapkan kasus serupa tidak terjadi lagi di kalangan pelajar

11 April 2019 09:27 WIB

Menko PMK, Puan Maharani
Menko PMK, Puan Maharani Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kasus perundungan yang menimpa korban remaja perempuan bernama Audrey (14) di Kota Pontianak menuai banyak simpati dan keprihatinan masyarakat, tidak terkecuali dari Pemerintah, termasuk Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

Di bawah koordinasinya, Kemenko PMK terus memantau perkembangan dan mengawal terus sikap pemerintah terhadap kasus ini. “Kemenko PMK prihatin terhadap kejadian perundungan yang dilakukan pelajar di Pontianak dan mengharapkan kasus serupa tidak terjadi lagi di kalangan pelajar. Lewat koordinasi Kemenko PMK pula, Kemendikbud dan Kementerian PPPA diminta agar dapat lebih meningkatkan optimalisasi perlindungan anak, khususnya di kalangan pelajar SD, SMP dan SMA,” terang Menko PMK, Puan Maharani, Rabu (10/4).

Baca Juga: Singgung Massa Kampanye, Kubu 02: Itu Massa Riil, Massa Partisipatif, Gak Massa yang Dimobilisasi


Pihak Kepolisan Tegaskan Kabar Penganiayaan Anak SMP di Pontianak Tidak Semuanya Benar

Soal Penganiayaan Anak SMP di Pontianak, Menteri Yohana: Ada yang Keliru dengan Sikap Anak-anak Kita

Menko PMK dalam pernyataannya mengungkapkan akan terus memantau setelah mendapatkan laporan terkini penanganan kasus perundungan ini. Tim yang dibentuk Walikota Pontianak (termasuk Dinas Pendidikan), menurutnya, masih berkoordinasi dengan Polrestra Pontianak untuk menyelidiki motif terjadi kekerasan, termasuk dengan ditemukannya rekam jejak di medsos. Ada interaksi chatting antara saksi korban Au dengan terduga pelaku sebelum kejadian. “Karena bukan tidak mungkin para pelaku melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan kita harus perhatikan pula Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan,” kata Ghafur lagi.

Sejauh ini, tindak lanjut penanganan kasus yang sudah dilakukan antara lain Kasat Reskrim dan Kanit PPA Polresta Pontianak sedang menindaklanjuti kasus dengan meminta hasil visum dan rekam medis korban.

Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak, telah menerima dan menindaklanjuti pengaduan kasus perundungan Au. KPPAD Kalbar berharap kasus dapat diselesaikan secara damai. Wali Kota Pontianak telah mengunjungi korban di RS dan menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk mencegah terulang kembali kasus seperti ini.

Nilai Prabowo Lebih Otentik, Pengamat Bilang "Indonesia Negara Besar, Gak Bisa Dipimpin Pemimpin Selfie"

Dinas PPPA dan Unit P2TP2A telah melakukan pendampingan terhadap korban. Kementerian PPPA telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Rencananya Sabtu, 12 April 2019 akan datang berkunjung ke Kalbar.

Pasca Penganiayaan Anak SMP di Pontianak, Ibunda Korban: Anak Saya Alami Psikis Trauma

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata