logo


Mentan Optimistis Polbangtan Cetak Generasi Petani Milenial Sukses

Pengembangan pertanian modern berbasis teknologi melalui mekanisasi dan digitalisasi juga akan menjadikan pendidikan pertanian semakin menarik bagi generasi muda

10 April 2019 17:31 WIB

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat meresmikan Kampus II Bone Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa di Bone, Sulawesi Selatan, Senin (4/8)
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat meresmikan Kampus II Bone Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa di Bone, Sulawesi Selatan, Senin (4/8) Kementan

BONE, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertanian terus melakukan gerakan penumbuhan generasi muda milenial di bidang pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan informasi.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi untuk melahirkan sumber daya manusia terampil yang siap memasuki dunia kerja.

“Terobosan perubahan STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian) menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian telah berhasil meningkatkan pendaftar di tahun 2018 sebesar 1.238% jika dibandingkan tahun 2013. Pengembangan pertanian modern berbasis teknologi melalui mekanisasi dan digitalisasi juga akan menjadikan pendidikan pertanian semakin menarik bagi generasi muda,” tutur Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat meresmikan Kampus II Bone Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa di Bone, Sulawesi Selatan, Senin (4/8) lalu.


Gandeng Swasta, Kementan Beri Penghargaan untuk Peternak Sapi Perah

Kampus II Polbangtan Gowa ini terletak di Desa Mappesangka & Desa Turuadae, Kecamatan Ponre dengan lahan seluas 10,5 hektare.

Perubahan konsep dari STPP menjadi Polbangtan ditujukan untuk menumbuhkan lebih banyak lagi wirausahawan muda. Selain itu, keberadaan Polbangtan akan disinergikan dengan sejumlah program Kementan yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan petani milenial termasuk di dalamnya petani dan santri tani milenial.

“Langkah ini kami ambil untuk menyukseskan Program Pembangunan Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045,” ujar Amran optimistis.

Polbangtan sebagai pendidikan tinggi vokasi disebut Amran memiliki peran strategis dan berada di garda terdepan dalam mendidik generasi milenial menjadi tenaga-tenaga terampil, professional, dan berdaya kompetitif tinggi yang akan meningkatkan daya saing bangsa. Amran bahkan menyebutkan bahwa sudah ada dua menteri yang merupakan lulusan dari STPP sebagai embrio Polbangtan.

Tercatat, Menteri Negara Pangan dan Hortikultura Republik Indonesia 1998 – 1999 A.M Saefuddin serta Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Indonesia 1966 Syarif Tayeb merupakan lulusan STPP. Tak hanya dua nama tersebut, Amran turut menyebutkan bahwa bekas Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Andi Hakim Nasution juga merupakan alumni STPP.

“Kami yakin Polbangtan bisa cetak petani milenial. Mari kita jaga kampus ini sebagai pencetak generasi pertanian modern dan milenial,” seru Amran.

Lebih lanjut, Amran mengungkapkan keberhasilan membangun sektor pertanian ini tidak hanya tergantung pada pemerintah saja.

Keberhasilan pembangunan pertanian sangat bergantung pada kolaborasi bersama antara seluruh pelaku, baik pemerintah, swasta, praktisi, akademisi maupun masyarakat.

“Kita harus optimis dengan upaya dan strategi yang selama ini dilakukan oleh Kementerian Pertanian bersama dengan semua unsur pelaku pembangunan pertanian, Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045 bukan hanya sebagai cita-cita semata, tetapi dapat terwujud,” tuturnya.

Mantap! Menteri Amran Raih Penghargaan ‘Tokoh Modernisasi Pertanian Rakyat’

Halaman: 
Penulis : Riana