logo


Pihak Kepolisan Tegaskan Kabar Penganiayaan Anak SMP di Pontianak Tidak Semuanya Benar

Dari hasil visum, ternyata tidak semuanya benar

10 April 2019 13:14 WIB

Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono
Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono Jitunews/Ngadri

PONTIANAK, JITUNEWS.COM - Kasus penganiayaan dan dugaan pengeroyokan terhadap pelajar disalah satu sekolah di Pontianak yang beredar liar di media sosial dan media massa yang diduga dilakukan oleh tiga pelaku saat ini tengah ditangani oleh penyidik Polresta Pontianak.

Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono kepada sejumlah wartawan Rabu (10/04) menegaskan, kalau kasus penganiyaan dan dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga pelaku yang masih berstatus pelajar akan diproses secara hukum, namun sesuai aturan yang ada mengingat pelaku dan korban masih pelajar.

Baca Juga: Raih Penghargaan Gubernur Terbaik, Netizen ke Anies Baswedan, "Mantap, Terbukti Sudah"


Gerindra Tuding Ada Keterlibatan Polisi dalam Kampanyekan 01, "Secara Moral...."

Luncurkan Buku 'Ada Genderuwo di Istana', Fadli Zon: Kebetulan Kita Ingin Mengusir 'Genderuwo' di Istana

"Untuk kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Au pelajar di salah satu sekolah di Pontianak sudah ada tiga orang yang sudah dilakukan pemeriksaan dan untuk penetapan status setelah selesai penyidikan,"ujar Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menambahkan, dari hasil pemeriksaan penyidik apa yang dilakukan pelaku terhadap korban dalam kasus penganiyaan tersebut tidak semuanya benar.

Terpisah, Biddokkes Polda Kalbar dr. Sucipto mengatakan mengenai berita yang beredar kalau alat sensitif korban terjadi kerusakan tidak benar.

"Karena dari hasil visum tidak ditemukan adanya kerusakan di alat sensitif korban," pungkasnya.

Dituduh Akan Kucilkan Polisi, Prabowo Bilang "Mending Kapolri Sama Gue, Kalau Enggak Beres Gue Jewer"

Halaman: 
Penulis : Ngadri, Nugroho Meidinata
 
×
×