logo


Sebut Kartu Sakti Jokowi Seperti Domino, Fahri Hamzah: Hei Bung, Selesaikan Dulu Masalah di Hulu

"Hei bung, selesaikan dulu masalah di hulu, jangan pencitraan diujung jungkir balik"

9 April 2019 09:22 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

"Selama pemerintahan pak Jokowi, defisit terus membengkak, dan tak ada political will untuk menyelesaikan. Awal berdiri sudah defisit Rp 3.3 T (2014), Rp 5.7 T (2015), Rp 9.7 T (2016), Rp 9.8 T (2017), Rp 10.98 T (2018) dan sampai akhir 2019 diprediksi defisit di atas Rp 15 T. Kalo kita lihat datanya, masalah ini seperti terkesan dibiarkan. Pemerintah abai, dan saling menyalahkan," katanya.

Bahkan di masa kampanye ini, lanjut Fahri Hamzah, petahana hanya mengambil keuntungan di hilir dengan bagi-bagi kartu, sementara masalah di hulu dibiarkan saja.

Soal Ibu Pertiwi Diperkosa, Kubu 01 ke Prabowo, "Mana Ada Rakyat yang Simpati"


KPK Rilis Anggota Dewan yang Tak Laporkan Harta Kekayaan, Mulai dari Fahri Hamzah, Hingga....

Menurut Fahri, hal ini jahat, mengingat rumah sakit banyak kesulitan likuiditas karena klaim tak kunjung dibayar, tenaga kesehatan tidak mendapat hak dan semakin tertekan dalam bekerja.

"Tapi, oleh petahana seolah ini masalah kecil. Dan janji cetak kartu terus jadi bahan kampanye. Hei bung, selesaikan dulu masalah di hulu, jangan pencitraan diujung jungkir balik. Buat negara tampak kuat dan kredibel dalam menyelesaikan permasalahan," tuturnya.

Begitu juga di sektor pendidikan. Menurut Fahri yang dibutuhkan juga bukan kebijakan cetak kartu pintar dari SD sampai kuliah. Masalah pendidikan di Indonesia sudah sedemikian akut dan sistemik.

Soal Kebocoran Anggaran 2 Ribu Triliun, KPK Bilang Prabowo Salah Persepsi, "Itu Bukan Kebocoran, Potensi"

"Yang dibutuhkan konsep besar, butuh memahami gambar besar permasalahannya. Selama 4.5 tahun, petahana tidak mampu melihat gambar besar persoalan pendidikan kita. Makanya dengan bagi-bagi kartu seolah masalah akan selesai,” tuturnya.

“Padahal itu hanya akan menambah masalah saja. Saya berkewajiban mengingatkan ini bahwa cetak kartu artinya tambah proyekan, tambah anggaran dan tambah peluang korupsi," pungkasnya.

Lokasi Kampanye Akbar Jokowi Sama dengan Prabowo, Fahri: Bikin Saja Sampai Pol

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata