logo


Gandeng Swasta, Kementan Beri Penghargaan untuk Peternak Sapi Perah

Pelaksanaan program farmer2farmer 2019 merupakan salah satu bentuk kemitraan antara pengusaha swasta dan peternak/koperasi

8 April 2019 09:13 WIB

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar acara “Pemberian Penghargaan Kepada Peternak Sapi Perah Pemenang Kompetisi Farmer2Farmer Tahun 2019”, di Gedung Pusat Informasi Agribisnis Kementerian Pertanian, Jumat (5/4) lalu.
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar acara “Pemberian Penghargaan Kepada Peternak Sapi Perah Pemenang Kompetisi Farmer2Farmer Tahun 2019”, di Gedung Pusat Informasi Agribisnis Kementerian Pertanian, Jumat (5/4) lalu. Kementan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar acara “Pemberian Penghargaan Kepada Peternak Sapi Perah Pemenang Kompetisi Farmer2Farmer Tahun 2019”, di Gedung Pusat Informasi Agribisnis Kementerian Pertanian, Jumat (5/4) lalu.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Jenderal PKH, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat dan Jawa Tengah, Jajaran Komisaris dan Direktur PT. Frisian Flag Indonesia, Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia, Ketua KPSBU, Ketua KPSBS, Ketua Koperasi Usaha Tani Ternak Suka Makmur Pasuruan, Ketua Koperasi Bangun Lestari Tulung Agung, serta beberapa perwakilan peternak.

Pelaksanaan program farmer2farmer 2019 merupakan salah satu bentuk kemitraan antara pengusaha swasta dan peternak/koperasi. Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi permintaan susu sapi nasional di Indonesia.


Nikmati Kesegaran Susu Sapi Asli Desa Winong Boyolali

Menurut data Kementerian Pertanian, produksi susu sapi lokal baru dapat memenuhi 20% dari permintaan susu nasional. Situasi ini mendorong Kementan dan FFI untuk berkomitmen dalam memberdayakan peternak sapi perah secara berkelanjutan, salah satunya adalah melalui kompetisi Farmer2Farmer (F2F).

I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam sambutannya mengatakan bahwa ada banyak hal yang telah dilakukan oleh tim F2F terhadap peternakan sapi perah yang pada ujungnya nanti diharapkan dapat berdampak positif terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas produksi susu nasional.

“Meskipun manfaat program F2F baru dapat dirasakan oleh kelompok peternak di beberapa wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur, saya berharap program ini dapat terus diperluas dan direplikasi di daerah lainnya. Seluruh Tim dan peternak yang saat ini terlibat dalam program F2F, saya harapkan mampu menjadi “Agent of Changes”, yang mampu merubah kondisi persusuan nasional kita,” terangnya.

Susu merupakan salah satu sumber gizi (protein hewani) yang penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak bangsa. Oleh karena itu ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan susu menjadi salah satu perhatian khusus pemerintah terutama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.

“Karena itu, para peternak berhak mendapatkan apresiasi dan penghargaan yang lebih atas produk susu sapi yang segar dan berkualitas tinggi,” lanjut Ketut Diarmita.

Ekspor Komoditas Pertanian Kian Deras, Empat Wilayah Ini Buktinya

Halaman: 
Penulis : Riana