logo


Pemutusan Hubungan Dagang, Australia dan Brasil Bisa Rugi

JK telah memerintahkan Kementerian Perdagangan mengkaji hubungan dagang Australia dan Brasil

26 Februari 2015 09:34 WIB

Salah satu aktivitas di pelabuhan Tanjung Priok (Ist)
Salah satu aktivitas di pelabuhan Tanjung Priok (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Posisi Indonesia yang saat ini termasuk ke dalam 20 negara dengan perkembangan ekonomi paling pesat di dunia merupakan hal yang perlu dipikirkan oleh Australia dan Brasil. Pasar dalam negeri yang besar serta konsumtif merupakan daya tarik ekonomi bagi negara-negara yang memiliki hubungan dagang dengan Indonesia.

Seperti diketahui, protes berlebihan yang dilayangkan Australia dan Brasil perihal hukuman mati telah membuat Pemerintah Indonesia gerah. Saat ini wapres JK telah memerintahkan Kementerian Perdagangan untuk mengkaji hubungan dagang dengan Australia dan Brasil untuk melihat apa keuntungan dan kerugian bila Indonesia menghentikan hubungan dagang.

Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel mengatakan secara pribadi dirinya menginginkan tetap terjalinnya hubungan dagang dengan kedua negara tersebut. "Kita bisnis tetap jalan, tentu kita lihat apa yang mereka lakukan untuk Indonesia," tuturnya di Jakarta pada rabu (25/2). Ia juga mengatakan bahwa apabila terjadi pemutusan hubungan dagang dengan Indonesia, maka kedua negara tersebut akan merugi, "Saya kira mereka stop dia yang rugi," lanjutnya.


Sumbang USD 19 Miliar Nilai Ekspor, Industri Tekstil dan Alas Kaki Jadi Prioritas Pengembangan

Menteri Rahmat mengatakan, bila terjadi pemutusan hubungan dagang dengan kedua negara tersebut, maka mereka akan mengalami kerugian. Saat ini komoditas yang diimpor dari Australia dan Brasil bukanlah komoditas vital. Komoditas impor Australia yang masuk ke Indonesia berupa gandum, hewan ternak hidup, gula, briket batu bara, daging beku, alumunium, biji besi, dairy products, cotton dan besi bekas. Untuk satu komoditas saja, yakni gandum nilai impor Indonesia mencapai USD 1,26 Miliar yang merupakan 20% pasar ekspor Australia.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Nur Nuzulia Ishak mengkonfirmasi bahwa apabila Australia dan Brasil masih berusaha mengintervensi kedaulatan Indonesia maka Kemendag akan mencari komoditas impor ke negara lain. "Ya, kalau masih seperti itu, kita akan cari komoditas yang di impor (dari mereka) ke negara lain," tuturnya di Jakarta, Rabu (25/2).

India Setujui Ekspor Kelapa Sawit, Namun dengan Persyaratan Ini

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan