logo


Rayu Milenial, Bangka Culture Wave 2019 Sajikan Glow in Nusantara

Glow in Nusantara menjadi konten yang paling dinanti pada hari pertama Bangka Culture Wave 2019.

4 April 2019 19:44 WIB

Bangka Culture Wave 2019 Sajikan Glow in Nusantara
Bangka Culture Wave 2019 Sajikan Glow in Nusantara Kemenpar

Tampilan Glow in Nusantara sangat menarik perhatian. Kostum yang ditampilkan menarik. Ada juga konsep body painting dan gerak yang memunculkan 1 harmoni. Kolaborasi beberapa unsur tersebut untuk memunculkan manipulation of movement.

Ilusi ini ditampilkan melalui kostum dan lukisan motif pada tubuh penari. Sebab, tinta hias warna warni yang digunakan mengandung pospor.

Efek manipulasi kostum dan riasan tubuh semakin menonjol. Tinta-tinta pospor ini ditabrakan dengan UV light hingga memunculkan karakter glow unik. Untuk show di BCW 2019, UV light yang digunakan berwarna ungu. UV light ungu dinilai paling menyala dari pink, kuning, biru, dan hijau.


Kuliner Lezat Saat Liburan Long Weekand di Puncak Bogor

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani, menjelaskan, sajian Glow in Nusantara unik.

“Glow in Nusantara sangat menarik. Warna modern dikolaborasikan dengan tradisi. Efek visualnya pun sangat bagus, apalagi didukung aransemen musik yang luar biasa. Motif-motif nusantaranya sangat unik dengan filosofi kuat. Semua detail dari pertunjukan Glow in Nusantara disiapkan matang,” jelas Rizki.

Space interpretasi luas sebuah pertunjukan memang diberikan Glow in Nusantara bagi penikmatnya. Sebab, konsep ini menggunakan 3 motif batik. Ada juga motif tenun hingga tato tradisional di nusantara.

Untuk motif batiknya ada Parang, Megamendung, dan Kawung. Menjadi khas Jawa, Batik Parang punya filosofi pantang menyerah. Garis diagonal lurus jadi bentuk penghormatan, cita-cita, dan kesetiaan.

Untuk Batik Kawung, motif Jawa ini memiliki filosofi do’a. Artinya, kesempurnaan pengendalian diri dan kebersihan hati. Motif Kawung pada masa kerajaan hanya boleh digunakan oleh kaum bangsawan. Glow in Nusantara juga memasukan Batik Megamendung. Motif khas Cirebon ini bermakna transidental yaitu paham Ketuhanan. Pesan tersiratnya, manusia harus sabar dan mengendalikan amarahnya.

“Glow in Nusantara jadi konsep branding budaya yang ideal. Ada banyak tampilan motif nusantara. Pengunjung BCW 2019 juga bisa menikmatinya dari sudut pandang masing-masing. Konsep ini juga bisa diterima semua lintas usia. Untuk itu, silahkan berkunjung ke BCW 2019. Ada banyak warna budaya yang bisa dinikmati,” Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Selain batik, ada tenun. Motif yang ditampilkan Mata Manuk khas Manggarai Barat. Motif ini menjadi refleksi budaya, adat istiadat, kehidupan sosial, hingga aspek religius dari masyarakat Manggarai Barat. Filosofinya, yaitu simbol perdamaian, keberanian, dan penolak bala. Ditampilkan juga pola Ragam Hias Sumatera Utara (Sumut) yang kaya motif dan detail.

Pola Ragam Hias Sumut ini biasanya ditonjolkan melalui media kain, tenunan, pahatan, hingga ukiran. Konsep ini dapat distilir dalam beragam konsep. Fungsinya beragam, yaitu pengenal jender, daur hidup, religi, simbolik, dan pusaka. Kabid Pengembangan Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Trindiana M Tikupasang menjelaskan, Glow in Nusantara sebuah karya terbaik.

“Glow ini Nusantara ini sebuah karya terbaik. Pasti ada banyak proses yang dilewati untuk membuat sebuah karya luar biasa seperti ini. Para penari juga sangat mengenal detail ornamen motif sehingga jiwa dari gerakannya sampai kepada pengunjung,” kata Trindiana.

Mengekplorasi motif lokal lebih luas, Glow ini Nusantara ditegaskan oleh tato tradisional. Motif yang diadopsi adalah Tato Mentawai dari Sumatera Barat. Dari berbagai literatur, Tato Mentawai ini dianggap sebagai yang tertua di dunia. Bagi masyarakat Mentawai, tato memiliki banyak makna. Selain menjadi identitas, tato dinilai sebagai roh kehidupan dan simbol keseimbangan alam.

“Kami memberikan apresiasi kepada semua. Sebab, BCW 2019 ini mampu menawarkan beragam konsep budaya terbaik. Selain nusantara, ada juga warna warni budaya dunia. Glow in Nusantara akan menjadi media komunikasi terbaik dari tradisi kepada para milenial,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya.

Menpar Dukung Penuh Pembangunan KEK Tanjung Pulisan - Likupang

Halaman: 
Penulis : Riana