logo


Rayu Milenial, Bangka Culture Wave 2019 Sajikan Glow in Nusantara

Glow in Nusantara menjadi konten yang paling dinanti pada hari pertama Bangka Culture Wave 2019.

4 April 2019 19:44 WIB

Bangka Culture Wave 2019 Sajikan Glow in Nusantara
Bangka Culture Wave 2019 Sajikan Glow in Nusantara Kemenpar

SUNGAILIAT, JITUNEWS.COM – Event kekinian ditampilkan Bangka Culture Wave (BCW) 2019. Tepatnya, lewat penampilan Glow in Nusantara, Selasa (3/4) malam lalu.

Perpaduan ekplorasi gerak tari, motif batik, pola ukir, tato lokal, plus teknik manipulasi, mampu menghadirkan ilusi menarik. Event ini digelar di De’Locomotief, Pantai Wisata Tongaci, Sungailiat, Bangka.

Glow in Nusantara menjadi konten yang paling dinanti pada hari pertama Bangka Culture Wave 2019. Mengembangkan teknik semiotika, motif nusantara ini semakin hidup dalam cahaya pospor plus rekayasa venue. Glow in Nusantara juga memakai UV light (sinar ultraviolet).

“Glow in Nusantara mengeksplorasi gerak. Setiap penari gerakannya akan berbeda. Kemasannya dari Glow in Nusantara memang sangat kekinian. Kami ingin menarik perhatian milenial. Dengan begitu, mereka mau belajar memahami filosofi motif nusantara dan tariannya,” ungkap Koreografer Glow in Nusantara, Galih Nogoseno.

Glow in Nusantara dilakukan di atas pasir putih Pantai Wisata Tongaci. Venuenya unik berbentuk kotak dengan space hanya 2,5 meter persegi. Sebagai pembatas venue ditancapkan UV light dengan warna ungu. Total ada 3 penari yang membawakan Glow in Nusantara ini. Selain Galih, ada juga Dhea Fandari dan Christofora Wiwi.


Kuliner Lezat Saat Liburan Long Weekand di Puncak Bogor

Ketiga penari ini mengeksplorasi gerak tari berbeda. Sebagai konseptor Glow in Nusantara, Dhea total mengeksplorasi gerakan kontemporer.

Galih memainkan Buugeng dengan kolaborasi gerak Flow Arts. Menjadi warna seni baru, teknik gerakannya mengalir.

Untuk Wiwi, geraknya mengacu tari nusantara. Memiliki basic Tari Bali, warna kontemporer dimunculkan untuk menyatukan rasa dengan penari lain.

“Glow in Nusantara bentuk ekplorasi dari seni dan budaya. Kemasannya menarik dan sangat kekinian. Glow in Nusantara juga memasukan warna modern. Ada penggunaan UV light dan tinta pospor guna menghidupkan karakter tariannya. Konsep ini cara terbaik menarik milenial agar mengenal kekayaan budaya nusantara,” terang Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar, Esthy Reko Astuty.

Menpar Dukung Penuh Pembangunan KEK Tanjung Pulisan - Likupang

Halaman: 
Penulis : Riana