logo


UI Gandeng Tokopedia Bangun Pusat Penelitian Kecerdasan Buatan, Menristekdikti Berharap...

Menristekdikti mengatakan bahwa saat ini Indonesia masih kekurangan SDM di bidang kecerdasan buatan (AI) baik secara kuantitas maupun kualitas.

2 April 2019 22:22 WIB

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir (keempat dari kiri), meresmikan Tokopedia-UI Artificial Intelligence Center of Excellence (Pusat Unggulan Kecerdasan Buatan) di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (28/3).
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir (keempat dari kiri), meresmikan Tokopedia-UI Artificial Intelligence Center of Excellence (Pusat Unggulan Kecerdasan Buatan) di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (28/3). Kemenristekdikti

DEPOK, JITUNEWS.COM - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, meresmikan Tokopedia-UI Artificial Intelligence Center of Excellence (Pusat Unggulan Kecerdasan Buatan) di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (28/3).

Menristekdikti mengatakan bahwa saat ini Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kecerdasan buatan (AI) baik secara kuantitas maupun kualitas.

Kolaborasi antara Universitas Indonesia dan Tokopedia sebagai salah satu perusahaan startup ‘unicorn’ Indonesia ini merupakan langkah penting untuk melahirkan para ahli kecerdasan buatan di Indonesia yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perusahaan startup dan industri baik dalam maupun luar negeri.


Menristekdikti Menantang Perguruan Tinggi untuk...

“Nanti lulusan dari perguruan tinggi, dari Universitas Indonesia bisa langsung dimanfaatkan oleh industri, termasuk dalam hal ini Tokopedia. Kalau ini bisa dilakukan secara massif, maka Indonesia ke depan tidak akan mengalami kesulitan dalam sumber daya manusia. Sekarang para startup masih kesulitan mencari resources di bidang artificial intelligence yang dibutuhkan industri tersebut,” ungkap Menteri Nasir.

Menteri Nasir menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia kerja/industri. Perguruan tinggi harus dapat bersinergi dengan dunia industri agar tidak terjadi ‘gap’ antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan di dunia kerja.

“Kemenristekdikti mendorong perguruan tinggi ke depan dapat berkolaborasi dengan industri sebagai pengguna. Kalau perguruan tinggi tidak pernah berkolaborasi dengan industri, itu akan mengalami gap yang luar biasa antara lulusan dengan penggunanya nanti,” ungkap Menristekdikti.

Nasir menyampaikan, saat ini, perusahaan startup masih membutuhkan banyak tenaga ahli di bidang ilmu komputer dan sistem informasi, lebih spesifiknya dalam kecerdasan buatan. UI diharapkan dapat menjadi salah satu perguruan tinggi yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan startup di masa mendatang.

Menristekdikti mendorong tidak hanya UI dan ITB saja saat ini sudah berkolaborasi dengan unicorn membentuk pusat penelitian dan pengembangan artificial intelligence, tapi perguruan tinggi lainnya juga turut berkompetisi untuk berkolaborasi dengan perusahaan pemula maupun perusahaan besar.

“Kalau bisa tidak hanya dari UI dan ITB saja. Di perguruan tinggi lain juga bisa lakukan hal yang sama, secara massif, secara nasional, supaya bisa dilakukan nilai tambah ekonomi. Tugas pemerintah adalah bagaimana ada investor-inventor collaboration, supaya antara industri dengan peneliti ada kolaborasi,” jelas Menteri Nasir.

Ristekdikti Raih Penghargaan untuk E-Magz

Halaman: 
Penulis : Riana