logo


Gaet Pemda, Jurus Jitu PLN Genjot Rasio Elektrifikasi

Apapun kendalanya PLN terus berusaha menggenjot ketersediaan listrik hingga di pedesaan

1 April 2019 22:43 WIB

Gedung PLN.
Gedung PLN. Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hingga saat ini, PT PLN (Persero) terus berupaya untuk meningkatkan elektrifikasi agar seluruh masyarakat bisa teraliri serta menikmati listrik.

Asal tahu saja, rasio elektrifikasi sendiri saat ini sudah mencapai 98,3%. Yang artinya, masih ada ada 1,8 juta Rumah Tangga (RT) yang belum teraliri listrik di seluruh Indonesia.

Pemerintah pun punya target di tahun 2019 ini, rasio elektrifikasi bisa mencapai 99,9%.


PLN ‘Cari Utang’ Rp 50 Triliun, Buat Apa?

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, mengatakan kendala PT PLN dalam upaya mewujudkan target rasio elektrifikasi 99,9 persen hingga akhir 2019 adalah infrastruktur dan daya beli masyarakat yang belum merata.

Untuk mewujudkan cita-cita itu, kata Made, tentu perlu dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia. Terlebih, masuknya jaringan listik ke suatu desa tidak otomatis menjadikan seluruh warganya langsung bisa menikmati listrik

"Selalu ada anomali, terutama terkait masalah daya beli konsumen listrik yang tidak merata, dan masih banyak rumah tangga yang sudah berdiri sendiri namun listriknya masih levering (nyantol) dari rumah tangga induk," kata Made, Minggu (31/3) kemarin.

Made melanjutkan, untuk mencapai target elektifikasi itu, setidaknya PLN harus mampu menjawab dua tantangan besar yang menghadang. Pertama, masalah daya beli masyarakat, dan yang kedua persoalan infrastruktur.

"Apalagi sejak tahun 2016, seperti diungkapkan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, program listrik pedesaan sudah sepenuhnya ditangani oleh PT PLN (Persero) hingga tidak lagi menggunakan APBN yang dikelola oleh Kementerian ESDM," kata dia.

PLN, lanjut Made, sangat menyadari bahwa penuntasan masuknya listrik ke berbagai wilayah sangat krusial untuk mengangkat harkat penduduk daerah tersebut. Karena selain dapat mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat, juga sangat diperlukan untuk perkembangan berbagai usaha yang menopang kehidupan.

Perkembangan kebudayaan penduduk desa juga diyakini akan meningkat lantaran berkat listrik banyak aktivitas yang bisa dilakukan dengan lebih lama bahkan hingga malam hari.

"Oleh karena itu, apapun kendalanya PLN terus berusaha menggenjot ketersediaan listrik hingga di pedesaan," tegasnya.

Berdasarkan data wilayah terbanyak yang belum mendapat aliran listrik justru di Provinsi Jawa Timur, ada 238.687 rumah tangga. Angka lebih banyak dibandingkan Papua (7.670 rumah tangga) dan Papua Barat (3.135 rumah tangga).

Menurut Made, angka-angka itu sekaligus memberi gambaran bahwa PLN masih punya pekerjaan rumah (PR) besar dalam upaya mewujudkan target menuju rasio elektrifikasi sebesar 99,9% yang ditetapkan Pemerintah akhir tahun ini.

PLN Nyalakan Layanan Premium Sleman City Hall

Halaman: 
Penulis : Riana