logo


Ekspor Komoditas Pertanian Kian Deras, Empat Wilayah Ini Buktinya

Kementan juga mendorong generasi muda agar mau terjun langsung baik ke sektor peternakan maupun pertanian.

1 April 2019 12:19 WIB

Ilustrasi buah dan sayuran.
Ilustrasi buah dan sayuran. Shutterstock

Ekspor dari Kalimantan

Di Kalimantan, Kementan melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) yang diwakili Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Agus Sunanto, kembali melepas produk ekspor komoditas pertanian olahan kayu asal Samarinda.

"Kalimantan adalah salah satu pulau penghasil kayu terbanyak di Indonesia. Hasil olahan kayu kami menjadi primadona ekspor, khususnya yang di Kalimantan Timur," ujar Agus Sunanto, melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu (31/3).


Kementan Garap Potensi Santri Tani Milenial Sumenep

Agus menjelaskan, beberapa produk hasil olahan kayu ini terdiri dari veneer kruing sebanyak 1.132,71 m3 milik PT Kayu Alam Perkasa Raya dengan nilai ekspor sebesar Rp8,18 miliar.

Kemudian kayu moulding sebanyak 716,836 m3 milik PT Oceanias Timber Products senilai Rp4,20 miliar, serta plywood sebanyak 226,986 m3 milik PT Rimba Raya Lestari senilai Rp1,74 miliar.

Ekspor ini dilepas dengan tujuan India, China, dan Myanmar. Selain itu, ada juga hasil olahan kayu produk unggulan karet sebanyak 302,4 ton milik PT Multi Kusuma Cemerlang senilai Rp5,16 miliar dengan tujuan ekspor ke Taiwan dan palm kernel expeller (PKE) sebanyak 400 ton atau 20 kontainer milik CV Rizata Wijaya senilai Rp509 juta dengan tujuan ekspor ke China.

"Kami berkomitmen untuk menjadikan 2019 sebagai tahun akselerasi ekspor dengan dukungan Karantina Pertanian dalam bentuk pelayanan cepat service level agreement 1 jam hingga 1 hari mencakup pelayanan 24 jam 7 hari kerja. Diharapkan ini dapat meningkatkan akselerasi ekspor dari Kalimantan Timur hingga 200% dari tahun sebelumnya," katanya.

Kementan Dorong Kabupaten Subang Jadi Lumbung Pangan Dunia

Halaman: 
Penulis : Riana