logo


Sawit dan IJEPA, Kabar Baik dari Yogjakarta

Jepang sepakat bahwa sertifikat setara RSPO akan dapat diterima, termasuk ISPO sepanjang memenuhi dua syarat sustainability dan traceability of supply chain.

1 April 2019 12:06 WIB

Ilustrasi petani kelapa sawit.
Ilustrasi petani kelapa sawit. worldwildlife.org

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM – Setelah terus didesak oleh delegasi Indonesia dalam setiap putaran perundingan General Review of Indonesia-Japan Comprehensive Economic Partnership Agreement (IJEPA), delegasi Jepang yang berada di Yogjakarta pada tanggal 26—29 Maret 2019 akhirnya menyampaikan ketetapan pemerintahnya untuk menunda selama dua tahun kewajiban sertifikasi RSPO untuk produk sawit yang digunakan sebagai bahan pembuatan biomass untuk memenuhi kebutuhan powerplan di Jepang.

Sebagaimana diketahui, pada April 2018, Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang mengeluarkan Business Plan Development Guideline for Biomass Power Plan yang mewajibkan syarat sertifikasi RSPO mulai 31 Maret 2019.

Dengan pendekatan intensif delegasi Indonesia di bawah kerangka General Review IJEPA, pihak Jepang akhirnya memahami kepentingan Indonesia dan setuju menunda selama dua tahun penyetaraan prasyarat yang ditetapkan oleh METI Jepang terkait minyak kelapa sawit untuk biomass.


Sibolga Expo 2019, Mendag: Optimalkan Potensi Daerah untuk Tingkatkan Ekonomi Indonesia

Di samping itu, Jepang sepakat bahwa sertifikat setara RSPO akan dapat diterima, termasuk ISPO sepanjang memenuhi dua syarat sustainability dan traceability of supply chain.

Perkembangan ini sangat positif bagi ekspor Indonesia dalam mempertahankan akses pasar produk sawit Indonesia di Jepang sekaligus memperjuangkan penyetaraan sertifikasi ISPO dengan RSPO.

"Perpanjangan dua tahun ini harus dimanfaatkan Indonesia dengan baik agar pada tahun 2021, Indonesia dapat memenuhi persyaratan Jepang,” kata Iman Pambagyo, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional selaku Ketua Juru Runding RI dalam General Review IJEPA.

Kemendag Belum Terima Rekomendasi Bulog Soal Impor Bawang Putih

Halaman: 
Penulis : Riana