logo


Prabowo Sebut Lebaran di TPS, MUI Bilang "Berlebihan, Seakan Memberikan...."

"Padahal pemilu itu pesta untuk semua rakyat"

30 Maret 2019 10:49 WIB

Ilustrasi, Majelis Ulama Indonesia.
Ilustrasi, Majelis Ulama Indonesia. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa'adi menanggapi pernyataan capres nomor urut 02 tentang 'Lebaran' di TPS saat Pemilu 2019, April mendatang.

Menurut Zainut, lebaran dalam Islam hanya ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Ia menilai ucapan Prabowo berlebihan dan dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi umat beragama lainnya.

Baca Juga: Kubu 02 Singgung Ahok di Debat Keempat, "Prabowo Membuktikan Hadirkan Ahok...."


Heboh Tudingan Politik Dagang Sapi, Kubu Prabowo ke Rivalnya, "Ini TKN Kok Pikirannya Kotor ya"

Mengaku Tidak Tertarik Masuk Kabinet Jokowi, Netizen ke Erick Thohir, "Jangan Nolak Rezeki"

"Lebaran dalam Islam itu hanya ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Saya belum tahu yang dimaksud Pak Prabowo Lebaran di TPS itu. Mungking yang dimaksud itu kita disuruh kumpul di sekitar TPS untuk mengikuti proses jalannya pemilu saat pencoblosan dilaksanakan,  yaitu tanggal 17 April 2019," terang Zainut kepada wartawan di Jakarta (29/3).

"Hanya terkesan anjuran tersebut berlebihan, seakan memberikan pesan bahwa penyelenggara pemilu akan berjalan dengan penuh kecurangan. Juga memberikan kesan tidak percaya kepada lembaga penyelenggara pemilu apakah itu KPU, Bawaslu, dan DKKP. Padahal selain lembaga tersebut partai politik juga diberikan hak untuk menjadi saksi di masing-masing TPS," imbuhnya.

"Istilah yang digunakan dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi umat beragama lainnya, karena istilah Lebaran itu identik dengan agama Islam. Terus nanti saudara kita yang beragama selain Islam bagaimana? Padahal pemilu itu pesta untuk semua rakyat," tandasnya.

Sapa Sejumlah Media, Prabowo: Tv One Oke, Digdaya Oke, Ada Gak yang Satu Lagi Itu?

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex