logo


Menkes: Tolong Jangan Ada Lagi Santri yang Mengidap Kudis

Kudis atau bahasa medisnya scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh serangga atau kutu

29 Maret 2019 19:12 WIB

Menkes, Nila Moeloek, saat mengahadiri acara Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Menkes, Nila Moeloek, saat mengahadiri acara Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Kemenkes

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mitos ‘kalau belum kena kudis, belum jadi santri’ sudah menjadi tren di kalangan pesantren. Hal ini juga terjadi di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya yang memilik 2.000 santri.

Menurut pengurus Pesantren Cipasung, KH. Ubaidillah Rukyah, para orang tua banyak yang khawatir dengan keadaan anaknya yang mengalami kudis.

Pihak pesantren juga menganjurkan para santri melakukan perilaku hidup sehat.


Kemenkes Komit Kurangi Masalah Gangguan Pendengaran

Kudis atau bahasa medisnya scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh serangga atau kutu. Biasanya akan menimbulkan rasa gatal pada kulit.

“Tolong jangan ada lagi santri yang mengidap kudis, karena para santri ini merupakan generasi penerus bangsa. Jadi harus sehat dan cantik,” kata Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, dalam keterangan persnya, kemarin.

Menkes mengimbau, ketika terkena kudis segara kunjungi Pusat Kesehatan Pesantren untuk diobati. Selain itu, peran serta pihak pesantren untuk mengawasi kebersihan santri dan edukasi perilaku hidup sehat secara berkala dari pemerintah daerah juga diperlukan agar para santri terbebas dari kudis.

“Kebersihan adalah sebagian dari iman, maka dari itu para santri harus selalu menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan pesantren, terutama di kamar asrama dan kamar mandi,” kata Menkes.

Kemenkes Lakukan Tes Kesehatan Bagi Calon Petugas Kesehatan Haji

Halaman: 
Penulis : Riana