logo


Kementerian ATR/BPN Manfaatkan Kekuatan Sistem Informasi Geospasial Menuju Era Digital

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mendekatkan masyarakat dengan data dan informasi geospasial

29 Maret 2019 15:28 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil, saat memberikan sambutan di acara Workshop Harnessing the power of Geospasial Information System to Support Policy Development and Delivery of Goverment Program, di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (28/3).
Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil, saat memberikan sambutan di acara Workshop Harnessing the power of Geospasial Information System to Support Policy Development and Delivery of Goverment Program, di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (28/3). Kementerian ATR/BPN

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mendekatkan masyarakat dengan data dan informasi geospasial. Ketika seseorang mengacu pada data geospasial, mereka sering mendeskripsikan data terkait alamat (alamat, titik minat, kode pos, dan lain-lain).

Dengan menyadari pentingnya perkembangan teknologi menuju era digital, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) terkait penyelenggaraan, pengembangan, pemanfaatan data dan informasi geospasial untuk pembangunan di bidang agraria, pertanahan dan tata ruang.

"Kerja sama ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa dan sangat bermanfaat untuk memberikan informasi kepada berbagai kepentingan," terang Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil, dalam sambutannya pada acara Workshop Harnessing the power of Geospasial Information System to Support Policy Development and Delivery of Goverment Program, di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (28/3).


Kementerian ATR/BPN: Butuh Kerjasama untuk Kesuksesan Reforma Agraria

Sementara itu Kepala Badan Informasi Geospasial, Hasanuddin Z. Abidin, dalam sambutannya menyebutkan, sangat senang dapat membantu Kementerian ATR/BPN dalam sektor agraria dan tata ruang.

"Kementerian ATR/BPN saat ini memiliki target dunia untuk percepatan sertifikasi sehingga kami sangat senang bila dapat membantu di sektor agraria dan tata ruang," ujar Hasanuddin Z. Abidin.

Menurut Undang-undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial, definisi geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu.

Dalam kesempatan yang sama, Director Geospatial Deloitted Consulting, Paul Bigg Wither, menambahkan, tantangan utama yang dihadapi dalam pengelolaan data geospasial ialah metodologi, format, dan standar yang berbeda-beda.

"Ketidakseragaman ini bisa menimbulkan perbedaan pemahaman dan penafsiran antarpihak," kata Paul Bigg Wither.

Paul Bigg Wither melanjutkan, dibutuhkan standar lainnya jangan hanya mengandalkan standar geospasial saja.

"Perlu ada standar lain selain data geospasial. Salah satunya tidak bisa berjalan tanpa dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai," ungkap Paul Bigg Wither.

Diharapkan, dengan program kerja sama berbagai pihak tersebut akan menyelesaikan target besar Kementerian ATR/BPN untuk segera mendaftarkan bidang tanah di seluruh Indonesia.

Mantap! BPJSTK Lindungi 17.000 Pekerja non-ASN di Kementerian ATR/BPN

Halaman: 
Penulis : Riana