logo


Menpar Dukung Penuh Pembangunan KEK Tanjung Pulisan - Likupang

Menpar mengatakan bahwa Sulut memiliki potensi besar di sektor pariwisata

28 Maret 2019 22:34 WIB

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya (kiri), bersama Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey (tengah),saat mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang di Kabupaten Minahasa Utara.
Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya (kiri), bersama Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey (tengah),saat mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang di Kabupaten Minahasa Utara. Kemenpar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Pariwisata ( Kemenpar) memberikan dukungan penuh terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang di Kabupaten Minahasa Utara. Kawasan yang merupakan kolaborasi Kemenpar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan pihak swasta.

Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, saat menghadiri Kick Off Meeting Pengusulan KEK Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang yang digagas Kemenpar dan Pemprov Sulut di Manado, Rabu (27/3) kemarin.

"Dokumen pengusulan KEK Pariwisata Tanjung Pulisan sudah rampung dan diserahkan langsung tadi oleh Pak Wakil Gubernur Sulut. Nantinya akan diproses lagi. Tapi saya yakin Juni 2019 Sulut sudah memiliki KEK Pariwisata," ujar Arief, seperti dalam keterangan tertulisnya.


Ini Alasan Kemenpar Tunda Festival Crossborder Keerom 2019

Lebih lanjut, Menpar mengatakan bahwa Sulut memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Pasalnya, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi ini melonjak hingga 300 persen.

Angka ini jauh melampaui pertumbuhan wisatawan lokal yang hanya 22 persen. Karena itu, Menpar Arief mendorong pemerintah daerah untuk melengkapi dokumen pengusulan KEK dengan konsep 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) sebelum mengembangkan destinasi wisata di suatu daerah.

Atraksi adalah produk utama sebuah destinasi berkaitan dengan apa yang bisa dilihat dan dilakukan oleh wisatawan di destinasi tersebut. Sementara itu, aksesibilitas adalah sarana dan infrastruktur untuk menuju destinasi.

Sedangkan, amenitas adalah segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di destinasi.

"Jangan lupa selalu pakai 3A, atraksinya harus level dunia, dan jangan khawatir bahwa kita sudah punya Taman Nasional Bunaken dan Pulau Lembeh. Berikut aksesnya. Nah aksesnya itu harus dibuat sebaik mungkin," ungkap dia.

Untuk itu, Menpar Arief meminta, agar landasan pacu Bandara Sam Ratulangi dapat diperpanjang hingga 3.000 meter agar bisa menampung pesawat berbadan besar. Selain itu, Menpar menerangkan pula keunggulan lokasi KEK Pariwisata Tanjung Pulisan yang dapat dijadikan pelabuhan untuk kapal pesiar.

"Saya juga ingin KEK Tanjung Pulisan ini bisa jadi tujuan untuk kapal pesiar. Nantinya acara-acara sail internasional akan kita selenggarakan di sini," imbuh Menpar.

Menpar Dukung Bandara Baru Sabang

Halaman: 
Penulis : Riana