logo


PLN ‘Cari Utang’ Rp 50 Triliun, Buat Apa?

50% dari kebutuhan belanja modal digunakan untuk investasi pembangkit

28 Maret 2019 18:43 WIB

Ilustrasi, gedung PLN.
Ilustrasi, gedung PLN. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mencari pendanaan eksternal (fund raising) tahun ini mencapai Rp50 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expanditure/capex) yang dianggarkan tahun ini sebesar Rp 90 triliun.

"Pilihan pendanaan kita ini tidak terpaku pada satu saja instrumen keuangan. Bisa global bond, local bond, dana (pinjaman) bank, syariah, atau sukuk," kata Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto, dikutip dari CNNIndonesia.com


Bangun SPLU Bus Listrik di Soetta, PLN Rogoh Kocek Segini!

Lebih lanjut, Sarwono mengatakan, 50% dari kebutuhan belanja modal digunakan untuk investasi pembangkit. Sisanya atau sebesar 50% digunakan untuk pengembangan transmisi dan distribusi.

Ia menerangkan bahwa biasanya pendanaan dengan mata uang rupiah akan digunakan berinvestasi di proyek transmisi. Sementara itu, pendanaan dalam mata uang asing akan digunakan untuk pengembangan transmisi.

Kemudian, Sarwono menegaskan, penerbitan instrumen pendanaan itu tidak akan direalisasikan dalam waktu dekat. Pasalnya, perseroan mengklaim masih memiliki dana yang cukup untuk mendanai investasi.

“Sebagian memang kami pinjam tetapi mana timing yang paling bagus. Artinya, sesuai kebutuhan pendanaan jangka panjang atau jangka pendek,” tuturnya.

Di sisi lain, Sarwono mengklaim optimistis perseroan akan mencetak untung pada akhir 2018.

Menurutnya, kerugian yang diderita pada kuartal III/2018 hanya merupakan rugi buku akibat selisih nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

 

Pakai Minyak Sawit untuk Listrik, PLN Diganjar Penghargaan Ini

Halaman: 
Penulis : Riana