logo


Pakai Minyak Sawit untuk Listrik, PLN Diganjar Penghargaan Ini

Inisiasi program konversi BBM ke CPO yang dilakukan PLN bertujuan untuk mendorong penggunaan EBT untuk mencapai bauran energi sebesar 23 persen pada tahun 2025

28 Maret 2019 18:25 WIB

Ilustrasi PLN
Ilustrasi PLN dok. JITUNEWS.com

PANGKAL PINANG, JITUNEWS.COM - PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (PLN Babel) berhasil menyabet dua kategori penghargaan Indonesia Green Award (IGA) 2019 untuk ketegori rekayasa teknologi dalam menghemat energi dan kategori rekayasa energi baru terbarukan (EBT).

Penghargaan yang diterima oleh General Manager PLN Babel, Abdul Mukhlis ini diserahkan langsung oleh Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK, MR Karliansyah, di Jakarta.

Dua pengargaan tersebut diperoleh PLN Babel lantaran berhasil mengoperasikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hybrid pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pertama di Sumatra.


PLN Gelar Elektrizen Week, Tujuannya Ini..

Pengoperasian pembangkit tersebut secara signifikan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan menginisasi program konversi BBM ke crude palm oil (CPO).

"Alhamdulilah, kami syukuri dua penghargaan ini sebagai bentuk kepercayaan stakeholder kepada kami konsisten dalam penerapan energi baru terbarukan dan upaya pengurangan konsumsi BBM agar semakin ramah lingkungan," kata Mukhlis, dikutip dari kompas.com, Kamis (28/3/).

Mukhlis mengungkapkan bahwa pengoperasian PLTS Hybrid pertama di Sumatera ini adalah langkah strategis dalam menyukseskan program pencapaian Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi sebesar 23% pada tahun 2025.

“Pengoperasian PLTS Hybrid ini menjadi langkah awal dari grand strategy PLN UIW Bangka Belitung, di mana pada tahun 2020 nanti seluruh pulau-pulau terpencil di Bangka Belitung akan diterangi menggunakan EBT,” tuturnya.

Dikatakan Muklis, pengoperasian teknologi tersebut berdampak pada penurunan konsumsi BBM yang cukup signifikan, dari sebelumnya 338 liter per hari menjadi 296 liter per hari, artinya terdapat penghematan sebesar 43 liter per hari atau setara Rp 373.198,- per hari.

Sementara itu, inisiasi program konversi BBM ke CPO (crude palm oil) yang dilakukan PLN bertujuan untuk mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT) untuk mencapai bauran energi sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Pada prinsipnya, rekayasa teknologi ini adalah mengganti BBM sebagai sumber energi utama pada mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi CPO di pulau–pulau terpencil di Bangka Belitung.

Sehingga tercipta kondisi pulau 100 persen green energy dengan listrik yang berkelanjutan (sustainable island electricity with 100 persen green energy).

Dengan mengoptimalkan energi terbarukan yang berbasis pada sumber daya lokal, hal ini memberi nilai tambah bagi masyarakat secara ekonomi karena akan membuka pasar baru untuk mereka yang ingin menjual hasil panen kelapa sawit.

Bangun SPLU Bus Listrik di Soetta, PLN Rogoh Kocek Segini!

Halaman: 
Penulis : Riana