logo


Pelaku Perusakan Bendera PSI di Manado Diduga Camat, Politisi PSI: Jangan Terpancing dan Terprovokasi

“Bendera PSI dicopot dan dirusak lalu digantikan bendera partai lain. Hal ini mencederai demokrasi kita"

27 Maret 2019 14:18 WIB

Ilustrasi Partai Solidaritas Indonesia.
Ilustrasi Partai Solidaritas Indonesia. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Melky J. Pangemanan menegaskan tindakan pencopotan dan perusakan bendera PSI di Manado sangat melawan hukum.

“Bendera PSI dicopot dan dirusak lalu digantikan bendera partai lain. Hal ini mencederai demokrasi kita,” kata Melky, Rabu (27/3).

Baca Juga: Dirut Indosat Komentari Rencana Sandi Buyback Indosat, "Orang Tidak Mau Dijual"


Apresiasi MRT, PSI: Bebas Macet Bukan Mimpi di Siang Bolong

Netizen Minta Prabowo Nikah, Ini Jawaban Mengejutkan Gerindra, "Kita Akan..."

Menurutnya, DPW PSI Sulawesi Utara akan memproses hukum tindakan tersebut. Dimana pelanggaran tersebut diduga dimotori oleh oknum ASN dengan jabatan Camat di Pemkot Manado.

“Saya selaku Ketua DPW PSI Sulawesi Utara, menghimbau kepada semua pihak terutama pengurus dan kader PSI di Sulawesi Utara agar jangan terpancing dan terprovokasi. Kita akan tempuh sesuai prosedur hukum. Laporkan ke Bawaslu dan pihak kepolisian,” kata dia.

Melky mengutarakan bahwa pencopotan dan perusakan artibut partainya tersebut tidak akan mematahkan semangat PSI dalam melawan korupsi dan intoleransi.

Soal Foto Mesra Jokowi dan Iriana, Gerindra Bilang "Kalau Memang Passionnya Pak Presiden...."

“Kehadiran Ketua Umum kami, Grace Natalie dalam kampanye di Tanah Toar Lumimuut, akan semakin membangkitkan semangat kami untuk terus berjuang melawan korupsi, intoleransi dan ketidakadilan dinegeri ini,” pungkasnya.

Bantah Fahri Hamzah, PSI: Jokowi Merangkul Semua Golongan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata