logo


Kemendikbud Kembalikan Roh Permainan Tradisional Lewat Pekan Kebudayaan Nasional

Dalam program yang akan berjenjang hingga tingkat nasional ini, terdapat kegiatan perlombaan, pameran serta diskusi-diskusi, diantaranya adalah perlombaan permainan tradisional.

26 Maret 2019 18:35 WIB

Ilustrasi permainan tradisional
Ilustrasi permainan tradisional ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pekan Kebudayaan Nasional yang merupakan salah satu resolusi Kongres kebudayaan Indonesia 2018 mulai dilaksanakan di tingkat kabupaten dan kota di Indonesia. Setelah Tulung Agung, Asahan, hari ini, Selasa (26/3), Pekan Kebudayaan dilaksanakan di Kabupaten Tasik.

Inisiatif ini datang dari komunitas yang didukung oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, dalam hal ini direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud.

Dalam program yang akan berjenjang hingga tingkat nasional ini, terdapat kegiatan perlombaan, pameran serta diskusi-diskusi, diantaranya adalah perlombaan permainan tradisional.


Terkait UN di Daerah Bencana, Begini Paparan Kemendikbud

Seperti yang dilakukan di Kabupaten Tasikmalaya ini, kekayaan budaya yang diangkat melalui kompetisi adalah permainan Jajangkungan, Kelom Batok, Pecle, Perepet Jengkol. Permainan tradisional khas orang sunda itu sudah hampir punah, dikarenakan dengan kian maraknya permainan modern.

Ada 12 permainan salah satunya Jajangkungan dalam kegiatan Festival Permainan Tradisional Alimfaido tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

"Banyak nilai kebaikan yang tercermin dari permainan tersebut. Permainan itu tidak hanya menumbuhkan rasa kebahagiaan, kekompakan atau kebersamaan dan juga tumbuh nilai pendidikannya," kata Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/3).

Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) menjadi media interaksi budaya serta memberi ruang akses kepada publik untuk terlibat dalam pelindungan, pengembangan, serta pemanfaatan kekayaan budaya.

Sementara itu, Direktur Pelestarian Cagaar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Fitra Arda, mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bertujuan utamanya pelestarian kebudayaan sudah ditinggalkan.

"Karena itu Ditjen Kebudayaan Kemendikbud berupaya mengembalikan roh permainan tradisional tersebut di tengah-tengah masyarakat modern" jelasnya.

Fitra mengungkapkan, kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional adalah resolusi atau tindak lanjut dari Kongres Kebudayaan yang telah dilaksanakan tahun 2018 Dan untuk PKN puncaknya akan dilaksanakan 14-19 Oktober mendatang di Jakarta.

"Kami juga berharap kegiatan seperti ini dilaksanakan di kabupaten dan kota lain, sehingga pada Pekan Kebudayaan Nasional nanti lebih banyak daerah yg terlibat," tuntasnya.

 

Janji Kemendikbud, Rekrut Guru Honorer Non-Kategori

Halaman: 
Penulis : Riana