logo


Jelang Eksekusi Mati Bali Nine, Sukhoi Berdatangan ke Bali

Tedjo pastikan bahwa eksekusi hukuman mati, tetap akan dilakukan sesuai dengan keputusan Jaksa Agung.

24 Februari 2015 17:32 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jelang eksekusi terpidana mati Bali Nine ada pemandangaan berbeda di Bandara Ngurah Rai, Bali. Sejak Senin (23/2) kemarin ada tiga jet tempur Sukhoi terlihat di Bandara Ngurah Rai. Tiga jet tempur Sukhoi itu berjenis TS-3007, TS-3004 dan TS-303, tiga pesawat jenis Sukhoi Flanker dari Skadron Udara 11 TNI AU disinyalir disiagakan untuk pengamanan ancaman gangguan eksekusi mati dua warga negara Australia.

Menteri Politik, Hukum dan Keamanan, Tedjo Edhy Purdjianto menjelaskan bahwa kesiagaan tiga pesawat tempur itu tidak terkait dengan isu eksekusi hukuman mati, tetapi patroli pengamanan udara biasa. "‎‎Itu pengamanan wilayah biasa, tidak ada kaitannya dengan yang lain-lain. Biasa itu, TNI AU dan AL sedang melakukan latihan," tuturnya di Jakarta pada Selasa (24/2).

Menurutnya penundaan eksekusi mati terpidana tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan intervensi asing, tetapi lebih kepada soal teknis yakni mekanisme pemindahan tahanan ke tempat eksekusi, kesiapan regu tembak. Hal itu dikonfimasi oleh Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU, Marsekal Pertama TNI, Hadi Tjahjanto mengatakan tidak ada keterkaitan antara protes asing dengan penundaan pelaksanaan eksekusi.


Desak Moeldoko Cabut Somasi ICW, Koalisi Sipil: Hormati Proses Demokrasi!

Menteri Tedjo juga memastikan bahwa eksekusi hukuman mati, tetap akan dilakukan sesuai dengan keputusan Jaksa Agung."Menurut jaksa agung, tetap akan dilakukan, karena memang ini sudah hukum yang berlaku di Indonesia. Jadi, kami dan kita semua berharap agar negara lain hormati hukum yang berlaku di Indonesia," tambahnya.

 

Terima Vaksin Nusantara, Moeldoko: Semoga Tidak Diasumsikan Macam-macam

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan