logo


Suharno Ajak Semua Pihak Perhatikan Nasib Guru Honorer

Gaji guru honorer dinilai terlalu rendah dan bahkan ada gaji diterima tidak tepat waktu

23 Maret 2019 12:58 WIB

Mayjen (purn) Suharno dalam acara Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, Jawa Barat
Mayjen (purn) Suharno dalam acara Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, Jawa Barat Jitunews/Vicky

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Persoalan mengenai guru honorer seperti tidak ada habisnya. Bahkan, di beberapa wilayah Indonesia ada ratusan guru honorer turun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa menuntut kesejahteraan.

Gaji guru honorer dinilai terlalu rendah dan bahkan ada gaji diterima tidak tepat waktu.

Dewan Pakar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus pemimpin Yayasan Adjeng Suharno, Mayjen (Purn) Suharno, bisa merasakan keluh kesah para guru honorer. Sebab, Yayasan Adjeng Suharno yang menaungi SMK Kesehatan dan SMK Farmasi Istiqomah memiliki guru honorer.


6 Guru Honorer Pamer Stiker 02 Dipecat, BPN: Yang Berpose untuk 01 Nggak Ada Masalah

"Yayasan Adjeng Suharno yang menaungi SMK Kesehatan dan SMK Farmasi memiliki banyak guru honorer, maka dari itu saya bisa merasakan keluh kesah mereka, bahkan ada banyak guru honorer yang melakukan aksi demo di jalanan," ujar Suharno kepada Jitunews, Sabtu (23/3).

Suharno mengatakan, aksi demo yang dilakukan para guru honorer menuntut kesejahteraan. Mereka ingin adanya regulasi yang berpihak pada nasib guru honorer.

"Paragraf terakhir ganti gini ra mari kita bersama-sama dari seluruh stakeholder untuk memikirkan dan mencari jalan terbaik untuk perbaikan nasib huru honorer," tutup Suharno.

6 Guru Honorer Dipecat Gara-gara Pose Dua Jari: Selalu Dilupakan, Saat Pilpres Disuruh Netral

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Aurora Denata