logo


Jokowi Pangkas Prosedur Pencairan Bantuan Stimulan Bagi Korban Gempa Lombok, Kini hanya 4 Prosedur

Presiden mendapatkan laporan bahwa di lapangan masih terkendala dengan terbatasnya suplai material bangunan. Hal itu segera dikoordinasikan oleh Presiden dengan jajaran terkait.

22 Maret 2019 21:11 WIB

Presiden Joko Widodo saat melakukan peninjauan rekonstruksi rumah tahan gempa di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 22 Maret 2019.
Presiden Joko Widodo saat melakukan peninjauan rekonstruksi rumah tahan gempa di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 22 Maret 2019. Ibnu - Biro Pers Sekretariat Presiden

LOMBOK, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo memerintahkan sejumlah kementerian untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah-rumah dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Saya sudah perintah (prosesnya) harus lebih cepat dari sebelumnya," ujarnya saat melakukan peninjauan rekonstruksi rumah tahan gempa di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 22 Maret 2019.

Selain meninjau proses rehabilitasi dan rekonstruksi di lokasi bencana, Presiden juga mengevaluasi pencairan bantuan stimulan bagi korban gempa. Presiden menegaskan, sebelumnya terdapat 17 prosedur yang mesti dilalui terlebih dahulu oleh masyarakat.


Soal Rehabilitasi Pasca Gempa Lombok, Jokowi: Saya Sudah Perintahkan Prosesnya Cepat

Namun, setelah dilakukan evaluasi, kini hanya tinggal 4 prosedur yang harus dilakukan agar mempermudah masyarakat dalam mencairkan bantuan.

"Saya kira progress di bulan Februari ke sini kelihatan sangat meningkat sekali pembagian buku tabungannya (bantuan stimulan). Dari 216.000 (kerusakan rumah terdata) sudah 160.000 dibagi dan diisi," kata Presiden.

Kunjungan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo ke Nusa Tenggara Barat kali ini memang dimaksudkan untuk memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi serta pencairan bantuan stimulan telah berjalan lancar.

Saat melakukan peninjauan, Presiden mendapatkan laporan bahwa di lapangan masih terkendala dengan terbatasnya suplai material bangunan. Hal itu segera dikoordinasikan oleh Presiden dengan jajaran terkait.

"Saya dengar tadi semen suplainya masih belum baik. Tapi tadi sudah kita telepon langsung ke Menteri BUMN untuk urusan baja ringan dan semen agar disuplai lebih banyak dari pabrik langsung," ucapnya.

Doa Masyarakat Bogor Terkabul, Pendaftaran Tanah Kini Lebih Mudah

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas