logo


Sandi Ingin Hapus UN, Pengamat Bilang "Banyak Kongkalikong"

"Dititik itulah Sandi kurang memahami keinginan publik"

21 Maret 2019 15:54 WIB

Sandiaga Uno
Sandiaga Uno Kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengomentari rencana cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno yang ingin menghapus Ujian Nasional (UN).

Menurut Ujang, hal tersebut bila terwujud akan menimbulkan persoalan dan ruwet.

Baca Juga: Ferdinand Sebut Batinnya Katakan JK Dukung Prabowo, Netizen Bilang "Batin Saya, SBY Dukung Jokowi"


Sandi Janji Liburkan Sekolah pada Bulan Ramadhan, Pengamat Bilang "Saya Takut Akan...."

Fahri Hamzah Sebut Rezim Ini Dikendalikan Hantu, Netizen Bilang "Hantunya Mirip Muka Lo Ri"

"Terkait dengan UN yang ingin dihapuskan ini persoalan. Jadi kalau pendidikan tidak ada tes diganti dengan minat bakat banyak kongkalikong," terang Ujang yang Jitunews kutip dari Akurat.co (20/3).

"Jadi, jangan sampai kebijakan Pak SBY, kebijakan Pak Jokowi dirubah. Ini jadi persoalan karena tidak ada kesinambungan. Yang ada ini kan makin ruwet. Ada UN aja, banyak dulu guru dan murid jual beli soal jawaban, cari bocoran, banyak kecurangan dan macam-macam, apalagi tidak ada UN, ini jadi persoalan," imbuhnya.

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa Sandi tidak memahami persoalan mengenai sektor pendidikan.

Kubu 02 Minta Saksi dari Internasional dalam Pilpres 2019, "Supaya Petahana, Menghentikan Langkah-langkah..."

"Dititik itulah Sandi kurang memahami keinginan publik untuk membangun pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas salah satunya dengan tes," pungkasnya.

Sandi Mengaku Sedih dengan Penahanan Subkhan, "Satu Per Satu Gugur Pendukung Kita"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata