logo


Muncul Situs Bodong Rekat Indonesia, Pengacara: Diduga Gunakan Server yang Hubungkan Atlanta Amerika

“Tujuannya untuk mengawal agar pemilu kita ini jujur dan adil"

19 Maret 2019 19:36 WIB

Rekat Indonesia
Rekat Indonesia Jitunews/Khairul

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kuasa Hukum Relawan Kawal TPS atau Rekat Indonesia Hari Andrian mengatakan pihaknya masih terus menelusuri keberadaan website abal-abal rekat-indonesia.com.

Menurutnya situs bodong yang memiliki IP addreess yang dibuat di negara bagian Atlanta, Amerika Serikat itu sangat mirip dengan dua aplikasi resmi Rekat Indonesia yaitu rekatindonesia.com dan rekatindonesia.org yang tidak ada garis hubung.

Baca Juga: Dirjen PDASHL Beberkan Penyebab Banjir di Sentani, "Curah Hujan yang Tinggi...."


Dukungan Kepada Pewdiepie Datang dari Hacker Lokal yang Meretas Pom Bensin!

“Diduga ini menggunakan server jaringan yang menghubungkan Atlanta Amerika. Mungkin diduga juga bisa dihubungkan ke Indonesia ya. Ini tengah kita telusuri,” ujar Hari Adrian di Jakarta, Selasa (19/3).

Dalam hal ini, Hari menegaskan bahwa pihaknya sangat dirugikan dengan keberadaan situs abal-abal tersebut. Pasalnya situs tersebut telah mendiskreditkan salah satu Paslon capres-cawapres di Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Hari, padahal tujuan diciptakan rekat Indonesia adalah untuk mengawal jalannya pesta demokrasi itu agar berjalan jujur dan adil tanpa adanya kecurangan-kecurangan.

BPJS Buka Suara Soal Pernyataan Sandiaga Tentang Nis, "Ibu Nis Sudah Dapatkan Haknya"

“Dari sisi kami, ini ada kerugian dari kami. Karena tujuan dari pada Rekat Indonesia ini kita buat  dengan kumpulkan dari tenaga tenaga relawan yang memiliki keahlian di bidang IT, di bidang teknologi informasi, di bidang telekomunikasi mereka suka rela bersama sama bergabung dengan asas kerja sama dan keikhlasan membuat produk seperti ini,” kata dia.

“Tujuannya untuk mengawal agar pemilu kita ini jujur dan adil. Ini sebagai bentuk antisipasi dari pada masyarakat terhadap bangsa. Yang jelas ini sesuatu yang berbeda ya antara berita yang disampaikan situs yang mirip dengan Perekat Indonesia dengan rekat Indonesia untuk kepentingan relawan relawan Prabowo Sandi,” pungkasnya.

 

Soal Isu Peretasan KPU, Wiranto: Kita Bukan Orang Bodoh Ya..

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata