logo


Gunakan Sistem Bioflok, Pesantren Ini Panen Lele Hingga 6,5 Ton

Budidaya lele dengan sistem bioflok memiliki banyak keunggulan

19 Maret 2019 19:35 WIB

Panen lele Bioflok di  Ponpes Al Furqon.
Panen lele Bioflok di Ponpes Al Furqon. Dok. KKP

KARAWANG, JITUNEWS.COM - Pondok Pesantren ( Ponpes) Al-Furqon berhasil melakukan panen perdana ikan lele bioflok hingga mencapai 6,5 ton.

Kegiatan panen yang dilakukan. Selasa (18/3) turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Daarul Quran yang menaungi Ponpes Al Furqon, Kepala BLUPPB Karawang, Kepala Dinas Perikanan Karawang, Perwakilan Kemenag Kabupaten Karawang, dan Muspida Kab Karawang.

Sebelumnya Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Layanan Usaha Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang mengaloksikan dukungan Paket sarana dan prasarana produksi ikan lele dengan teknologi bioflok senilai 280 juta.


Hasil Pelatihan Lele Bioflok BPPP Tegal, Memberikan Keuntungan bagi Pembudidaya Lele

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/3), menyatakan bahwa budidaya lele sistem bioflok merupakan program prioritas nasional. Perlu diketahui program ini telah memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan dan pemenuhan konsumsi ikan masyarakat. Menurutnya, Ponpes yang menjadi sasaran program diharapkan akan mampu secara mandiri dalam pemberdayaan ekonomi.

"Tingkat konsumsi ikan warga pesantren sangat rendah yakni sekitar 15 kg per kapita per tahun. Padahal secara nasional tahun 2018, konsumsi perkapita telah mencapai 50 kg per kapita per tahun. Jadi, keberhasilan panen di Ponpes Al Furqon, diharapkan akan mampu meningkatkan minat warga pesantren untuk mengkonsumsi ikan," jelas Slamet.

Kepala BLUPPB Karawang, Warih Hardanu, mengatakan budidaya lele dengan sistem bioflok memiliki banyak keunggulan diantaranya produktivitas yang tinggi, lebih efisien dan ramah lingkungan.

"Bioflok di Ponpes Al Furqon ini merupakan satu diantara yang terbaik. Tingkat kelulushidupan mencapai 85%, sedangkan FCR hanya 0,91. Ini sangat memuaskan, karena dengan begitu nilai tambah keuntungan semakin besar", ungkap Warih disela sela panen.

Sementara itu, Ustadz Rozaq, mewakili Ketua Yayasan, mengungkapkan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi pesantren dan sebagai bekal santri dalam menambah pengetahuan dan keterampilan berbudaya ikan khususnya lele.

"Panen ini dilakukan pada umur budidaya genap 92 hari, dimana penebaran benih dilaksanakan pada 18 Desember 2018 lalu. Panen dilakukan sebanyak 24 bak dengan jumlah total sekitar 6,5 ton dengan ukuran 7-9 ekor/kg. Kami sangat berterimakasih kepada KKP yang telah berupaya mendorong ekonomi pesantren melalui usaha bioflok lele ini," tuturnya saat dimintai keterangan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karawang, Hendro Subroto menyampaikan bahwa potensi perikanan Karawang sangat besar dengan luas kolam perikanan 1.200 ha lebih.

"Kami sangat berharap dengan adanya kerjasama antara Dinas perikanan kabupaten, UPT pusat dan UPT provinsi dapat bersinergi memanfaatkan potensi tersebut untuk menggerakan ekonomi daerah", kata Hendro.

Sukses Panen Lele Bioflok di Prabumulih, KKP Optimis Budidaya Jadi Solusi ke Depan

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan