logo


BPJS Buka Suara Soal Pernyataan Sandiaga Tentang Nis, "Ibu Nis Sudah Dapatkan Haknya"

Nis mengatakan bahwa pengobatan untuk kanker payudara tidak lagi dicover oleh BPJS Kesehatan. 

19 Maret 2019 16:04 WIB

Sandiaga Uno
Sandiaga Uno Kompas.com

SOLO, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Surakarta, Bimantoro buka suara terkait pernyataan cawapres Sandiaga Uno tentang Niswatin, seorang ibu-ibu penderita kanker payudara.

Menurut Bimantoro, Nis sudah mendapatkan haknya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Baca Juga: Sandi Bawa Tablet Saat Debat Cawapres, Kubu 02 Bilang "Tanda Paham Online-online, Khasnya Zaman Now"


Jika Terpilih, Sandi Janji Gajinya untuk Fakir Miskin, "Gaji Pertama dan Lima Tahun ke Depan Gak Akan Diambil"

Ditolak Saat Kunjungan ke Banyuwangi, Sandi Bilang "Saya Tidak Takut"

"Kami sudah melakukan pengecekan data dan koordinasi dengan peserta maupun pihak rumah sakit. Hasilnya, Ibu Nis sudah mendapatkan haknya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)," terang Bimo yang Jitunews kutip dari JawaPos.com (19/3).

"Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan dokter, Ibu Nis di diagnosa menderita kanker payudara grade 2 nonmetastasis. Sejak itu, Nis menjalani pengobatan kemoterapi rutin," tambahnya.

Kemoterapi yang dilakukan oleh Nis sebanyak tujuh kali hingga Oktober 2018. Berdasarkan indikasi medis dan restriksi formularium nasional, pasien belum dapat diresepkan obat herceptin.

Tak Terima OK OCE Dibilang Gagal, Kubu 02 Bilang "Rilis Bank Indonesia...."

"Karena obat tersebut hanya untuk penderita kanker payudara metastasis dengan pemeriksaan HER2 positif. Sementara Ibu Nis masih belum ke arah itu," tandas Bimo.

Sebelumnya, Niswatin Naimah yang disebut Sandi dalam debat menyampaikan bahwa dirinya pernah menyampaikan keluhannya kepada Sandi saat mantan wakil gubernur Jakarta tersebut kunjungan ke Sragen.

Nis mengatakan bahwa pengobatan untuk kanker payudara tidak lagi dicover oleh BPJS Kesehatan.

Tak Terima OK OCE Dibilang Gagal, Kubu 02 Bilang "Rilis Bank Indonesia...."

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata