logo


"Jangan Pasang Iklan Rokok di Depan Sekolah!"

Pengaruh iklan rokok sangat mendorong anak untuk membeli rokok

18 Maret 2019 15:12 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, Cut Putri Arianie, menegaskan, reklame iklan rokok jangan dipasang di depan sekolah.

"Ada banyak iklan rokok (reklame, spanduk) yang tayang (dipasang) di depan sekolah. Itu namanya sudah enggak beretika. Jangan di depan sekolahan dong masangnya. Iklannya bisa memaksa anak sekolah buat beli rokok," tegas Arianie, dikutip dari liputan6.com, Senin (18/3).

Arianie menuturkan, ketika siswa melihat iklan rokok, mereka bisa berpikir untuk coba-coba membelinya. Misal, uang jajan siswa sehari Rp 10.000, dia bisa menyisihkan untuk membeli rokok.


Kemenkes dan Kemenag Persiapkan Rekrutmen Petugas Haji Tahap Akhir

"Atau kalau iklan enggak ditulis mereknya apa dan dipasang di warung, tetap saja harga eceran Rp1.500 rokok per batang. Anak-anak bisa langsung tahu, 'Gue bisa beli lima batang rokok dengan uang Rp10.000,' lanjut Arianie.

Ia menerangkan, pengaruh iklan rokok sangat mendorong anak untuk membeli rokok. Hal tersebut juga berdasarkan penelitian di luar negeri, yang mana iklan memengaruhi seseorang untuk mengonsumsi atau membeli suatu barang.

Terobosan Kemenkes, Kirim 7 Ribu Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat

Halaman: 
Penulis : Riana