logo


IPI Kutuk Keras Aksi Teror Biadab di Selandia Baru

Tercatat sebanyak 49 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan yang berlangsung selama beberapa menit itu.

15 Maret 2019 19:46 WIB

Aksi teror di Selandia Baru
Aksi teror di Selandia Baru Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ikatan Pesantren Indonesia mengutuk aksi teror penembakan jamaah salat Jumat di Masjid Linwood Avenue dan Masjid An-noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Tercatat sebanyak 49 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan yang berlangsung selama beberapa menit itu.

"Adanya teror terhadap umat Islam di Selandia Baru yang sedang melaksanakan salat Jumat adalah perbuatan yang sangat terkutuk dan perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Indonesia," kata Wakil Sekretaris DPW IPI DKI Jakarta Sholihin Syam kepada Jitunews.com di Jakarta, Jumat (15/3).


Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Minta DPR Segera Tuntaskan UU Terorisme

Sebagai respon aksi terkutuk itu, Sholihin meminta umat Islam untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi balasan tindakan teror biadab yang dilakukan 3 orang pria dan 1 wanita tersebut.

"Agama Islam mengandung ajaran-ajaran yang bukan hanya melarang segala bentuk tindakan terorisme atau ancaman, bahkan melihat solusi yang ditawarkan agama Islam dengan rasa kasih sayang dan rasa keadilan, melindungi yang lemah dan yang tidak bersalah dan mencegah kemungkaran," imbuh Sholihin.

Sejauh ini, otoritas Selandia Baru telah menangkap empat orang atas aksi teror tersebut. Bahkan yang lebih mengenaskan, para pelaku tak memiliki rasa kemanusiaan sama sekali dengan menyiarkan langsung serangan tersebut di Facebook.

Dalam laman FB salah satu pelaku penembakan yang diketahui merupakan warga negara Australia, Ia memposting manifesto setebal 87 halaman. Dalam manifestonya dipenuhi dengan pandangan anti-imigran dan anti-muslim.

Atas Jasanya Menanggulangi Terorisme, Menko PMK Dianugerahi Bintang Bhayangkara Utama

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan