logo


Dulu Hanya Lilin, Masyarakat Puncak Jaya Kini Nikmati Terangnya Lampu Tenaga Surya Hemat Energi

“Kini, di era teknologi dan komunikasi yang sangat baik ini masyarakat dapat beraktivitas dengan baik karna adanya LTSHE menerangi rumah-rumah dan honai-honai di Puncak Jaya"

15 Maret 2019 19:23 WIB

Wakil Bupati Puncak Jaya dan Dirjen EBTKE
Wakil Bupati Puncak Jaya dan Dirjen EBTKE KESDM

PAPUA, JITUNEWS.COM - Masyarakat Kabupaten Puncak Jaya dan Paniai di Provinsi Papua kini dapat menikmati terang di waktu malam dengan hadirnya lebih dari 47 ribu Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE). Secara rinci, 47.416 unit LTSHE telah dibagikan bagi masyarakat pedalaman Papua tersebut, 42.111 untuk Puncak Jaya dan 5.305 unit untuk Paniai, berasal dari APBN Kementerian ESDM tahun anggaran 2018.

“Rata-rata warga kami bermukim di lembah-lembah dan lereng- lereng yang sangat terjal dengan curah hujan sangat tinggi dan cuaca tak menentu, penerangan juga sulit. Dahulu penerangan di dalam rumah hanya menggunakan lilin atau lampu pelita, rumah-rumah dan honai-honai gelap gulita,” ungkap Wakil Bupati Puncak Jaya, Deinas Geley, menyambut tim Kementerian ESDM yang dipimpin Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Sutijastoto, Jumat (15/3) menyerahkan LTSHE bagi warga.

Lhokseumawe Kembali Dapatkan Sambungan Jargas, Ditjen Migas: Energi yang Murah untuk Rakyat


Nasib Freeport di Papua Tidak Jelas, Para Bankir di Timika Khawatir

Deinas menyebut, hadirnya LTSHE menerangi honai di Puncak Jaya mendukung aktivitas warganya, terutama anak-anak yang kini bisa belajar di waktu malam. “Kini, di era teknologi dan komunikasi yang sangat baik ini masyarakat dapat beraktivitas dengan baik karna adanya LTSHE menerangi rumah-rumah dan honai-honai di Puncak Jaya, terutama anak-anak kini senang bisa belajar di malam hari begitu pun mamak yang akan memasak di malam hari sekarang tidak gelap,” ujarnya bahagia.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen EBTKE menyebut bahwa Kementerian ESDM sangat serius dalam memberikan akses energi bagi masyarakat Papua. “Kami tidak hanya membagi-bagi, tetapi bagaimana merencanakan infrastruktur terutama di daerah daerah yang belum teraliri listrik. Awalnya LTSHE kedepan dengan listrik yang berkesinambungan bahkan bisa mendorong ekonomi dan menaikkan eletrifikasi menjadi sangat baik,” ujar Sutijastoto.

Sutijastoto menambahkan, saat ini negara itu hadir dalam pembangunan masyarakat baik di kota-kota maupun di desa terpencil, membangun infrastruktur untuk kebutuhan masyarakat yang belum teraliri listrik dan penerangan. “Pemerintah berupaya agar program program ini tepat sasaran agar dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan penerangan. Ini adalah hak bagi masyarakat diindonesia untuk bisa menikmati penerangan dan menggunakan listrik dengan baik,” pungkasnya.

Kamu Sering Simpan Sayur Ini di Kulkas? Awas, Bikin Cepat Rusak!

Pada tahun anggaran 2018, program LTSHE dilaksanakan di 16 Provinsi, dengan jumlah pemasangan LTSHE sebanyak 172.996 unit. Pemasangan LTSHE di Provinsi Papua, tersebar di 11 Kabupaten dengan alokasi sebanyak 152.754 unit (88%) di 1.345 desa. Khusus di Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Paniai telah terpasang sebanyak 47.416 unit di 333 kampung.

LTSHE yang diberikan pada program ini memiliki garansi 3 tahun sampai dengan tahun 2021 dan apabila terdapat kerusakan dapat membawa ke pusat layanan perbaikan (service centre). Keunggulan LTSHE: Mudah dipasang (plug n play), lampu menggunakan LED sehingga lebih terang, lampu bisa digunakan untuk senter, pengaturan cahaya lampu LED secara otomatis, dan daya tahan lama, serta bisa untuk charger HP.

Ekspor Hasil Pertanian, Gubernur Papua : Ini Menunjukan Kami Tidak Miskin

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata