logo


Kominfo Minta Warganet Tak Sebar Video Teror Selandia Baru

Teror berdarah di masjid Selandia Baru

15 Maret 2019 17:53 WIB

Pelaksana Tugas Kepala Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu
Pelaksana Tugas Kepala Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Video penembakan massal yang terjadi di dua masjid di Chritchurch, Selandia Baru, pada jumat (15/3) menyebar. Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui siaran persnya mengimbau agar warganet dan masyarakat tidak menyebarluaskan atau menviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video yang berkaitan dengan aksi kekerasan berupa penembakan brutal tersebut.

"Kominfo mengingatkan bahwa tujuan aksi tersebut adalah membuat ketakutan masyarakat, dengan menyebarkan berarti memberikan oksigen atas tujuan dari teror tersebut, ujar Pelaksana Tugas Kepala Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu melalui siaran persnya, Jumat (15/3).

Ferdunandus mengatakan, konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


Ada Bendera, Buku, dan VCD ISIS di Rumah Pelaku Teror Mapolda Sumut

Kementerian Kominfo terus melakukan pemantauan dan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan.

"Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten, jika menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau penembakan brutal di Selandia Baru," imbuhnya.

KPK Diminta Selidiki Tiga Proyek Asian Games 2018 yang Bermasalah

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman