logo


Menteri BUMN: Jika Ada Masalah, Telepon Saya

Sebelumnya, Rini mengatakan, selama 4 tahun terakhir, kondisi BUMN semakin kuat dan kokoh

15 Maret 2019 12:16 WIB

Menteri BUMN, Rini Soemarno
Menteri BUMN, Rini Soemarno ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, menegaskan, akan terus mendorong serta memperkuat sinergi antar perusahaan pelat merah.

Bahkan, Menteri Rini mengaku siap apabila direksi BUMN menghubunginya untuk berkomunikasi dalam meningkatkan kinerja perusahan.

"Ke depan komunikasinya lebih erat dengan telepon, mudah saja. Kalau ada masalah, telepon ke saya pasti nyambung. Ini operasional harus terjadi dan saya akan lihat langsung ke lapangan," tutur Rini, di Kementerian BUMN di Jakarta, Kamis (14/3).


Menteri BUMN dan Dirut Pertamina Kompak Beri Dukungan ke Pengungsi Banjir

Menurutnya, sinergi BUMN perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja menjadi lebih baik. Lantaran hal itu, Rini ingin melihat adanya upaya mempererat kerja sama antara sesama perusahaan negara.

"BUMN adalah satu keluarga, sinerginya harus makin erat, kita sudah setuju kita bersama membangun bagaimana Indonesia makmur," jelasnya.

Sebelumnya, Rini mengatakan, selama 4 tahun terakhir, kondisi BUMN semakin kuat dan kokoh. Hal ini seiring dengan pertumbuhan kinerja yang positif.

“Sampai 31 Desember 2018, total aset BUMN telah menembus angka Rp 8.092 triliun, naik signifikan dari capaian 2015 lalu sebesar Rp5.760 Triliun,” ujar Rini dalam rilisnya, Selasa (12/3).

Adapun, laba BUMN tumbuh menjadi Rp 188 triliun dari sebelumnya Rp 150 triliun pada 2015. Kontribusi BUMN terhadap APBN pun melonjak menjadi Rp 422 triliun atau naik Rp 119 triliun dari 2015 sebesar Rp 303 triliun.

Besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan infrastruktur terlihat dari capex BUMN pada 2018 mencapai Rp 487 triliun, meningkat dari 2015 sebesar Rp 221 triliun dengan tetap didominasi sektor infrastruktur.

Salah satu pendorong positifinya kinerja adalah sinergi BUMN. Sebab dulu, persaingan sengit antar BUMN perbankan malah berakhir munculnya kerugian negara.

"Dalam kondisi sekarang, maka bagaimana kita bisa makin menciptakan sinergi antar BUMN, bagaimana kita bisa menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum selesai,” ungkapnya seraya mengatakan target laba BUMN pada 2019 sebesar Rp 225 triliun.

Untuk mencapainya, sinergi tentu saja harus terus ditingkatkan. Misal, perusahaan kontruksi harus mengutamakan membeli baja ke PT Krakatau Steel.

Sementara, perjalanan dinas via udara seluruh BUMN selayaknya menggunakan layanan PT Garuda Indonesia. Rini menegaskan, soliditas dan sinergitas antar BUMN harus dimulai dari puncak pimpinan tertinggi masing-masing perusahaan agar memberikan contoh untuk diikuti hingga pekerja di lapangan.

Rini Ajak Milenial Daftarkan Diri Jadi Pegawai BUMN

Halaman: 
Penulis : Riana