logo


Mantap! Ribuan Petani Bali Siap Jadi ‘Pahlawan Pangan’ di Era Milenial

Kementerian Pertanian tengah fokus mencetak sumber daya manusia pertanian yang mampu berproduksi secara modern dan berorientasi ekspor.

14 Maret 2019 21:38 WIB

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, saat menyapa 453 pewakilan Gabungan Kelompok Tani yang hadir pada Pencanangan Gerakan Petani Milenial Provinsi Bali di Bagus Agro Pelaga, Kabupaten Badung-Bali, Selasa (12/3/2019).
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, saat menyapa 453 pewakilan Gabungan Kelompok Tani yang hadir pada Pencanangan Gerakan Petani Milenial Provinsi Bali di Bagus Agro Pelaga, Kabupaten Badung-Bali, Selasa (12/3/2019). Kementan

BADUNG, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertanian tengah fokus mencetak sumber daya manusia pertanian yang mampu berproduksi secara modern dan berorientasi ekspor.

Setidaknya, ada 11.325 petani dari pelosok Bali yang siap menjadi "pahlawan pangan" di era milenial dengan menjadi bagian dari gerakan nasional satu juta petani milenial di Indonesia.

Gerakan ini diharapkan dapat melahirkan generasi pertanian yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan mampu mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045.


Hore! Kementan Bakal Berikan Bantuan Alsintain Gratis untuk Petani

Hal tersebut dipaparkan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, saat menyapa 453 pewakilan Gabungan Kelompok Tani yang hadir pada Pencanangan Gerakan Petani Milenial Provinsi Bali di Bagus Agro Pelaga, Kabupaten Badung-Bali, Selasa (12/3/).

"Ini merupakan bentuk implementasi salah satu dari empat program prioritas pemerintah, dalam hal peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia. Tidak hanya merujuk pada usia 19-39 tahun, gerakan petani milenial diharapkan dapat mengubah pola pikir dan meningkatkan kapasitas seorang petani ke arah lebih modern. Meski tidak berada dalam range umur tersebut, yang terpenting semangatnya tetap milenial," kata Syukur.

Pengelolaan sistem pertanian dengan teknologi modern, lanjut Syukur, merupakan wajah pertanian masa kini yang harus dibentuk. Hal itu dipercaya mampu menarik dan menjaga minat generasi muda terhadap sektor agraris.

"Tiga tahun terakhir ini, selain menerapkan berbagai kebijakan dan program terobosan, Pak Amran, Menteri Pertanian kita, juga telah membagikan ribuan alat mesin pertanian hingga bibit unggul ke petani seluruh Indonesia," ujar Syukur.

Hasilnya, lanjut Syukur, gambaran sektor pertanian Indonesia saat ini semakin membanggakan. Sektor ini tidak hanya mampu menekan inflasi pangan hingga menyentuh angka 1,26 persen pada 2017 lalu, tetapi juga mampu menghasilkan peningkatan ekspornya hingga Rp 416 triliun dan Investasi Pertanian hingga 61,6 triliun pada 2018 lalu.

Syukur juga mengapresiasi kinerja sektor pertanian Provinsi Bali yang memiliki andil besar dalam capaian tersebut.

"Apresiasi tinggi terhadap Provinsi Bali. Inflasi pangan Provinsi Bali pada 2017 lalu minus 0,7persen, artinya lebih kecil dari 1 persen itu namanya deflasi. Indikatornya, harga pangan stabil. Kalau kita simak lagi volume ekspor di Provinsi Bali selama empat tahun, itu naik 199,4 persen, dan 75 persen disumbang dari perkebunan, termasuk kopi," terang Syukur.
Lebih jauh, dia berharap, capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, salah satunya melalui gerakan petani milineal. Semangat milineal yang dianggap fasih mengadopsi teknologi dalam beragam aspek bisnis diprediksi akan membawa pembaruan dalam pembangunan pertanian ke depan.

Kementan Latih 4.000 Kelompok Tani Milenial, Tujuannya…

Halaman: 
Penulis : Riana