logo


Menkominfo: Teknologi Digital Ciptakan Wirausaha Baru

"Inovasi jadi kuncinya"

14 Maret 2019 20:38 WIB

dok. Kominfo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Memasuki tatanan ekonomi baru di era digital mengubah perilaku masyarakat dalam proses bertransaksi. Hampir semua proses transaksi ekonomi telah memanfaatkan teknologi digital.

Menkominfo Rudiantara memberi contoh perubahan perilaku masyarakat yang kini membeli tiket pesawat maupun memesan kamar hotel lewat platform online. Bahkan teknologi digital membuka peluang kehadiran wirausahawan baru.

"Zaman dulu waktu kita kalau mau pergi keluar kota, terbang, kita beli voucher di travel biro. Voucher-nya ditukar di airport dengan boarding pass. Sekarang mana ada? Gak ada, sekarang semuanya di hp aja. Hotel juga begitu. Adakah hotel masih beli voucher kemudian voucher-nya ditukar dengan kunci kamar di resepsionis? Udah gak ada karena inovasinya sudah online. Luar biasa. Ini kan aktivitas-aktivitas ekonomi yang memanfaatkan proses baru dan menggunakan teknologi digital," kata Rudiantara saat memberikan Kuliah Umum bagi Mahasiswa STT Rahmat Emanuel, di Jakarta, Rabu (13/03).


Rudiantara Pimpin Diskusi Digital ASEAN di WEF 2019

Melihat fenomena tersebut, pemerintah memperkirakan potensi ekonomi digital Indonesia pada 2020 akan mencapai USD 130 miliar, artinya setara dengan 12 persen GDP Indonesia tahun 2020.

"Yang mendorong ini semua sebetulnya bukanlah teknologi, melainkan pola pikir manusia untuk mencari cara-cara baru yang lebih efektif dan produktif untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Di era ekonomi digital ini, teknologi hanya sebagai enabler (alat) saja. Yang terpenting adalah pola pikirnya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat menggunakan teknologi,” ucapnya.

Wirausaha Baru

Menkominfo memberikan contoh bagaimana aplikasi ojek daring bukan hanya telah memberikan dampak yang besar bagi perekonomian Indonesia, tapi juga memberikan solusi bagi layanan transportasi di Indonesia.

Aplikasi ojek daring memberikan solusi untuk para pengemudi ojek yang mulanya pendapatannya terbatas karena mereka hanya menunggu di satu tempat saja, dengan adanya aplikasi pendapatan mereka menjadi naik karena aplikasi menghubungkan penggunanya dengan para pengemudi.

Sebagai konsumen juga diuntungkan dengan adanya aplikasi ojek daring tersebut, bukan dari sisi harganya saja tapi juga konsumen tidak usah repot mencari ojek ke pangkalan.Menteri Rudiantara menambahkan, perkembangan dunia transportasi telah membuka lapangan usaha dan wirausahawan baru. Pengusaha kuliner kini tak perlu sewa tempat mahal lagi karena dari dapur bisa langsung didistribusikan ke konsumen lewat aplikasi transportasi online.

Dalam catatan dari data penyedia aplikasi ojek daring tahun 2018 telah mengantar 95 juta box ayam geprek dan 40 juta box martabak. Menkominfo menyimpulkan ekonomi digital ini telah menumbuhkan wirausaha baru.

Menkominfo Sebut Milenial Berperan Penting dalam Mendorong Perekonomian Bangsa

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman