logo


Lelang WK Migas Tahap I 2019 Ramai Peminat

Gairah investor terhadap industri migas mulai dirasakan setelah adanya peralihan sistem fiskal dari cost recovery ke gross split

12 Maret 2019 21:10 WIB

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto. Petrominer/Sony

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Meski belum genap sebulan ditawarkan oleh Pemerintah, 5 Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) yang dilelang pada tahap I tahun 2019 sudah ramai peminat.

Kelima WK terdiri dari 2 WK eks produksi yaitu WK Selat Panjang dan West Kampar serta 3 WK eksplorasi yaitu WK Anambas, West Ganal, dan West Kaimana. Hingga saat ini, tercatat 11 investor yang mengakses dokumen penawaran.

"Belum sebulan (ditawarkan), tapi hasilnya sudah ada 11 yang mengakses bid document," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto, di kantor Kementerian ESDM, Senin (11/3) kemarin.


LNG Kapasitas Kecil Siap Dukung Penyaluran Gas ke Masyarakat

Djoko merinci, jumlah investor yang tertarik dengan WK Anambas sebanyak 2 investor, WK West Ganal diminati 3 investor, WK West Kaimana diminati 1 investor, WK Selat panjang diminati 3 investor dan WK Kampar diminati 2 investor.

"Padahal Blok West Ganal ini signature bonusnya USD 15 juta, diperebutkan oleh 3 investor," ungkapnya.

Banyaknya investor yang mengakses bid document menjadi sinyal positif bagi industri migas Indonesia.

"Ini belum sebulan (ditawarkan). Nanti sampai 24 April (batas akses dokumen penawaran) bisa lebih dari 11 (investor)," ujar Djoko.

Investor yang mengakses dokumen, tegas Djoko, mayoritas merupakan perusahaan migas besar. Terutama Blok West Ganal yang terletak di lepas Pantai Selat Makassar.

Untuk akses bid document itu sendiri, para kontraktor dikenai biaya USD 5.000 sebagai bentuk keseriusan perusahaan. Setelah mengakses dokumen penawaran, investor yang berminat harus memasukkan dokumen partisipasi paling lambat tanggal 25 April 2019.

Selanjutnya, Pemerintah akan melakukan seleksi dan kemudian mengumumkan pemenangnya.

Gairah investor terhadap industri migas mulai dirasakan setelah adanya peralihan sistem fiskal dari cost recovery ke gross split. Sebanyak 21 WK perpanjangan/alih kelola telah ditandatangani dengan perolehan Komitmen Kerja Pasti (KKP) sebesar USD 1,9 miliar dan Bonus Tanda Tangan USD 877.

"Itu baru WK produksi, belum WK eksplorasi dalam dua tahun sudah ada 14 WK yang laku ketika dilelang," tegasnya.

Berikut profil WK Migas yang dilelang tahap I tahun 2019, sebagai berikut:

PLN Mengajar, Direksi dan Komisaris PLN Kembali ke Almamater

Halaman: 
Penulis : Riana