logo


Kembalikan Peran Pesantren di Ibu Kota, IPI DKI Akan Menggelar Pelantikan

Pelantikan kepengurusan IPI DKI ini di samping untuk melanjutkan pembentukan kepengurusan tingkat Propinsi juga sebagai jawaban atas tuntutan warga DKI Jakarta yang memerlukan sentuhan nilai-nilai kepesantrenan.

12 Maret 2019 14:53 WIB

Ketua Wilayah DPW IPI DKI terpilih, KH. Ahmad Shodri
Ketua Wilayah DPW IPI DKI terpilih, KH. Ahmad Shodri Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Maraknya isu agama di tengah konstelasi politik nasional membuat para pengasuh pesantren resah. Para Kyai se-DKI lalu berkumpul dan memutuskan pembentukan Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Pesantren Indonesia (DPW IPI) DKI.

KH. Ahmad Shodri, Ketua Wilayah DPW IPI DKI terpilih, mengatakan bahwa agenda ini adalah momentum yang tepat untuk mengembalikan peran pesantren di Jakarta.

"Masyarakat harus senantiasa diingatkan tentang adab, karakter dan juga peran vital pesantren untuk membangun religiusitas," tambah Kyai yang juga Kepala JIC tersebut, Selasa (12/3).


Ma'ruf Amin Janji Anggarkan Rp 20 Triliun untuk Pesantren, Netizen Bilang "Jangan Pilih Kasih Pak Yai"

Ditemui di tempat terpisah, Ketua Panitia Pelantikan, Sholihin Syam, menyatakan bahwa pelantikan akan digelar tanggal 14 Maret 2019 di Masjid Jami' As-Shodri Jakarta Timur. Menurut rencana pelantikan akan dihadiri oleh ratusan ulama dan para pejabat penting DKI.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat DPW IPI DKI, Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo, S. IP., mengatakan bahwa pelantikan kepengurusan IPI DKI ini di samping untuk melanjutkan pembentukan kepengurusan tingkat Propinsi juga sebagai jawaban atas tuntutan warga DKI Jakarta yang memerlukan sentuhan nilai-nilai kepesantrenan.

Menurut Daryatmo, keberadaan pesatren tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan sangat penting bagi kemajuan dan perkembangan suatu bangsa. Pembentukan karakter bangsa juga tidak bisa lepas dari siatem pendidikan. Karenanya, tanpa adanya sistem pendidikan yang baik, tidak akan ada kemajuan masyarakat bangsa yg berarti.

Lanjut Daryatmo menjelaskan, lembaga pendidikan yang paling tua di Indonesia adalah pesantren. Dari lembaga pendidikan berbasis pesantren itu telah lahir intelektual, agamawan yang nasionalis, guru bangsa yang sangat layak menjadi tauladan dan juga tidak sedikit para pahlawan yg telah rela mengorbankan jiwa raganya dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI.

“Seiring dengan tuntutan sebagai konsekuensi dari kemajuan di semua aspek kehidupan bangsa dan dengan semakin bertambahnya jumlah pesantren di Jakarta, maka diperlukan sebuah organisasi yang mempu menjadi pengikat dan pendorong terwujudnya cita-cita perjuangan bangsa. Organisasi tersebut adalah Ikatan Pesantren Indonesia, yang keberadaannya tidak bisa dilepaskan dengan seorang tokoh santri Indonesia, KH. Zaini Achmad Sarakan, yang saat ini menjadi Ketua Umumnya,” imbuh Daryatmo.

DPW IPI DKI Jakarta, lanjut Daryatmo, sangat mengharapkan adanya kepedulian dari Pemerintah untuk selalu memberikan masukan, saran dan bila perlu teguran, agar IPI DKI tetap dalam rel “fastabiqul khoirot”.

Kemenag Akan Petakan Pesantren dan Boarding School

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan