logo


Di Luwu, Mentan Amran Lakukan Program Peremajaan Rempah dan Kakao, Seperti Apa?

Selain peremajaan, ia juga membagikan bantuan bibit unggul kakao dengan produktivitas 3,5 ton per hektare tiap tahun sebanyak 1 juta batang plus tambahan 500 batang.

12 Maret 2019 11:26 WIB

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melakukan program peremajaan rempah dan kakao saat kunjungan ke Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (11/3).
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melakukan program peremajaan rempah dan kakao saat kunjungan ke Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (11/3). Kementan

LUWU, JITUNEWS.COM – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melakukan program peremajaan rempah dan kakao saat kunjungan ke Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (11/3). Hal itu dilakukan karena dirinya ingin mengembalikan kejayaan rempah dan komoditas perkebunan di Indonesia.

Selain peremajaan, ia juga membagikan bantuan bibit unggul kakao dengan produktivitas 3,5 ton per hektare tiap tahun sebanyak 1 juta batang plus tambahan 500 batang.

“Bantuan bibit kakao, kopi, lada, tanaman rempah, dan perkebunan lainnya di seluruh Indonesia pada 2019 sebanyak 30 juta batang dengan anggaran mencapai Rp 2,4 triliun,” tutur Amran, dalam siaran persnya, Selasa (12/3).


Optimalisasi Irigasi, Jurus Jitu Kementan Agar RI Jadi Lumpung Pangan Dunia

Menurutnya, apa yang dilakukan itu sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi.

“(Yang dilakukan kami hari ini) beranjak dari kelemahan kakao di Indonesia terkait produktivitas dan pemeliharaannya,” tambahnya.

Kelemahan itu, salah satu yang dijelaskan olehnya adalah keterlambatan pemangkasan. Selama ini, pengaruhnya jadi negatif. Produktivitas kakao hanya 0,7 ton per hektare per tahun bahkan 0,5 dan 0,8 per hektare per tahun.

Ia bercerita, saat di Kolombia, ia sempat bertemu dengan Menteri Pertanian dari Hanoi Vietnam. Sata itu mereka membicarakan soal produktivitas kakao. Oleh karena itu, belum lama ini, pihak Kementan langsung mengunjungi Hanoi.

“Mereka itu dulu belajar dengan kita, tapi produktivitasnya tinggi 3,5 ton. Kini produksi kakao juga kami harapkan 3,5 ton yang dulunya 0,7 ton. Jadi bisa naik 3 kali lipat," ujarnya.

Maka dari itu, bibit unggul yang disebarkan, diharapkan olehnya dapat meningkatkan produktivitas itu. Hadir saat kunjungan kerjanya ke Luwu, anggota Komisi IV DPR RI, Andi Luthfi, Bupati Luwu, Basmi Mattayang, Dirjen Perkebunan, Kasdi Subagiyono, Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry dan lebih dari 12.000 petani.

Hore! Kementan Bakal Berikan Bantuan Alsintain Gratis untuk Petani

Halaman: 
Penulis : Riana