logo


Gara-gara Belum Lunasi Utang Rp 52 Miliar, Prabowo Digugat, "Sudah 5 Kali Somasi, Tapi Gak Dapat Tanggapan"

Perjanjian jual beli saham itu disepakati pada Agustus 2011. Saham dengan nilai 20 persen dibeli Prabowo senilai Rp 140 miliar dengan DP Rp 24 miliar.

12 Maret 2019 07:12 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto Instagram @prabowo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Capres 02 Prabowo Subianto mendapat gugatan perdata dari mitra bisnisnya, Djohan Teguh Sugianto. Pasalnya, Prabowo belum juga melunasi utang Rp 52 miliar. Utang tersebut merupakan hasil penjulan saham Nusantara Internasional Enterprise dengan total Rp 140 miliar.

Dari pihak Djohan Teguh pun sebenarnya sudah mencoba menagih utang yang pembayarannya macet sejak Januar 2015. Bahkan, pihaknya melalui tim kuasa hukumnya, Fajar Marpaung telah mengirimkan somasi sebanyak 5 kali.

Baca Juga: Fahri Hamzah Sebut Prabowo Korban Kampanye Negatif, Netizen: Istigfar Bro, Keburukan Akan Siksa Kematian


Jokowi Sindir Soal Lahan, Tim Prabowo: Di Pihak Jokowi Lebih Banyak Pemilik Lahan

Polri Minta Prabowo Gak Asal Bicara, "Jangan Sembarangan, Nanti Ketahuan Seperti Tong Kosong"

"Somasi mulai Desember 2016 sampai awal 2018. Sudah banyak 5 kali, tapi semuanya tidak mendapat tanggapan," jelas Fajar yang Jitunews kutip dari Jawapos.com (10/3).

Hal ini ia lakukan karena Djohan Teguh sendiri juga mendapat somasi dari BNI dari Januari 2019 sebanyak 3 kali.

Perjanjian jual beli saham itu disepakati pada Agustus 2011. Saham dengan nilai 20 persen dibeli Prabowo senilai Rp 140 miliar dengan DP Rp 24 miliar.

Sandi Sebut Pengangguran Gak Usah Digaji, Tapi Dikasih Pelatihan, "Kalau Seperti Ini, Layak Teruskan atau Ganti?"

Prabowo kemudian harus menyicil Rp 2 miliar sebanyak 58 kali dan batasnya hingga 31 Juli 2016. Namun, Prabowo baru menyicil Rp 88 miliar dan masih kurang Rp 52 miliar.

Polri Minta Prabowo Gak Asal Bicara, "Jangan Sembarangan, Nanti Ketahuan Seperti Tong Kosong"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata