logo


Kenapa Kita Sering Tertawa di Atas Penderitaan Orang Lain?

Ada orang yang terpeleset, bukanya ditolong malah ditertawakan. Mengapa secara umum kita tertawa di atas penderitaan orang lain?

11 Maret 2019 12:12 WIB

David Beckham Terpeleset
David Beckham Terpeleset Wattan.tv

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Entah mengapa saat kita melihat teman atau orang tak dikenal yang terpeleset kemudian jatuh, kita malah menertawakannya. Ada pula beberapa acara televisi yang menyajikan humor 'slapstick' yang mungkin menyakiti mereka, namun kita justru tertawa melihatnya.

Dari sini muncul pertanyaan besar. Meski selera humor setiap individu berbeda-beda, mengapa secara umum kita tertawa di atas penderitaan orang lain?

Baca juga: 3 Sikap Pria Baik yang Justru Membuat Kamu Dibenci Wanita, Apa Saja?


Jangan Buru-buru Berpisah, Ketahui Dulu 5 Dampak Perceraian pada Anak

Hal ini akan dijawab dari beberapa sudut pandang. Dilansir dari Medical Daily melalui Merdeka.com (10/2/2017), menurut Dr. William Fry, seorang psikolog dari Standford University, kita akan tertawa jika ada sebuah peristiwa nyata yang ada dalam konteks tidak serius, atau hal tersebut dapat menyebabkan reaksi psikologis yang tidak lumrah.

Sederhananya, jika kita melihat seseorang yang jatuh dari gedung berlantai 20, hal tersebut sangat menyedihkan. Namun jika melihat seseorang jatuh tersandung di jalan, hal tersebut justru lucu. Semua tergantung bagaimana otak kita membingkai kejadian dalam konteks. Tentu tersandung di jalan adalah hal yang memalukan.

Dari sudut pandang lain, kita tertawa melihat seseorang jatuh, karena hal tersebut merupakan suatu hal yang ganjil. Hal ini membuat kita tertawa pada hal yang ambigu, tidak mungkin secara logika, atau sekedar tidak sesuai dengan keadaan. Sebagai contoh, banyak sekali komedian yang membuat materi komedi dari kekurangan dirinya, seperti hidung yang besar, atau badan yang pendek.

Ini Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Menunda Punya Anak Setelah Menikah

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu