logo


PDIP Akan Beri Rp 2 Juta yang Temukan Politik Uang, "Tujuannya Bukan Urusan Rp 2 Juta, Tapi..."

"Laporkan serahkan ke polisi, berita acara polisi itu kita ganti Rp 2 juta"

10 Maret 2019 09:40 WIB

Ilustrasi partai PDI Perjuangan.
Ilustrasi partai PDI Perjuangan. dok. Jitunews

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDIP, Idham Samawi berjanji akan memberikan reward kepada siapapun yang menemukan politik uang di Pemilu 2019.

"Saya ingin mengajak, khususnya alumni (SMA Yogyakarta) dan siapa saja, kalau mampu menemukan money politics, kita akan beri reward Rp 2 juta," jelas Idham di acara Deklarasi Alumni SMA Yogyakarta Bersatu Nywiji Ngancani Pak Jokowi di Yogyakarta (9/3).

Baca Juga: Sapa Anak Muda Garut, Prabowo Bilang "Punya Kerja Belum? Gimana Mau Dapat Pacar Kalau Nganggur"


Indonesia Juara Piala AFF 2019, PDIP: Garuda Muda Bangkitkan Optimisme yang Digelorakan Jokowi

Sandi Sebut TPS Adalah Tusuk Prabowo-Sandi, Netizen Bilang "Itu Kriminal Namanya"

Lebih lanjut ia mengatakan hal tersebut juga pernah dilakukan oleh PDIP saat Pemilu 2014. Dan tujuannya bukan uang Rp 2 juta, tapi untuk keterpanggilan kepada bangsa dan negara.

"2014 juga kami lakukan, waktu itu bisa 21 warga masyarakat yang berhasil menangkap. Dikalikan Rp 2 juta, jadi Rp 42 juta waktu itu," imbuhnya.

"Tujuannya bukan urusan Rp 2 juta, tapi keterpanggilan kepada bangsa dan negara," tandasnya.

Berdasar Hasil Survei, Ferdinand Tak Lolos ke Senayan, "Kerap Lontarkan Serangan Keras ke Jokowi...."

Ia juga mengungkapkan cara untuk mengungkap politik uang. Mereka harus luangkan waktu untuk membawa pelaku ke kantor polisi, tetapi tidak boleh dihakimi sendiri.

"Tapi kalau mampu melakukan itu, mereka harus luangkan waktu, nanti bawa pelaku ke kantor polisi, tapi saya ingatkan dan berpesan, jangan, jangan digebuki dan sebagainya. Laporkan serahkan ke polisi, berita acara polisi itu kita ganti Rp 2 juta," pungkasnya.

Politisi PDIP Minta Anies Tidak Adu Domba DPRD dan Rakyat, "Jangan Adu Domba Atas Dasar Halal Tidak Halal"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata