logo


Kubu 01 Tuding 02 Merendahkan Pencari Kerja, "Masa Potensi Milenial Mau Dibatasi"

"Masa kapasitas dan potensi milenial mau dibatasi di sektor konvensional saja"

8 Maret 2019 08:10 WIB

Prabowo-Sandi
Prabowo-Sandi Instagram @rizky_irmansyah

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Milenial Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Lathifa Al Anshori mengomentari pernyataan Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Drajad Wibowo tentang konsep ekonomi Prabowo-Sandi menciptakan milenial 'tangan di atas'.

Menurut Lathifa, hal tersebut menunjukkan berat sebelah dan merendahkan para pencari kerja.

Baca Juga: Prabowo Lihat Ada Pihak yang Tidak Pikirkan Rakyat, "Tiap Lima Tahun Janji-janji Melulu"


Prabowo Berniat Pisahkan Kementerian PUPR, Menteri Basuki Bilang "Mau Diapain....."

Gerindra Tuding Ada Keterlibatan Polisi dalam Kampanyekan 01, "Secara Moral...."

"Jika di konsep itu disebut milenial harus jadi 'tangan di atas'. Dengan menjadi pembuat lapangan pekerjaan, berarti yang mencari lapangan pekerjaan disebut pihak 'tangan di bawah' dong? Milenial maunya bekerja dan mendapatkan penghasilan yang mencukupi, baik sebagai pekerja atau pemberi kerja, kenapa harus direndahkan duluan dengan konsep ekonomi Prabowo-Sandi?" terang Lathifa yang Jitunews kutip dari Okezone.com (7/3).

Lebih lanjut, ia menambahkan yang dikatakan oleh Drajad hanya fokus ke salah satu sektor saja, yaitu sektor konvensional. Padahal milenial bisa merambah berbagai bidang pekerjaa lain.

"Semestinya BPN bisa bikin konsep perekonomian yang lebih kreatif dan modern lah. Masa kapasitas dan potensi milenial mau dibatasi di sektor konvensional saja?" pungkas Lathifa.

Prabowo Buka Baju Saat Kampanye, Netizen Bilang "Cocok Jadi Rockers, Jadi Presiden Republik Cinta ya Pak"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata