logo


Gerindra Sebut Survei LSI Layak Dibuang ke Tong Sampah, "Inilah Sebenarnya Pemicu Konflik Horizontal"

"Hasil surveinya tendensius ingin menyerang Prabowo"

8 Maret 2019 07:12 WIB

Anggota Komisi V DPR RI, Nizar Zahro
Anggota Komisi V DPR RI, Nizar Zahro Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPP Partai Gerindra, Nizar Zahro mengomentari temuan survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang mengatakan bahwa pendukung Prabowo-Sandi inginkan Indonesia seperti Timur Tengah.

Menurut Nizar, hasil survei tersebut seperti ingin menyerang Prabowo. Dan ia tegaskan bahwa LSI Denny JA adalah pendukung Jokowi. Maka dari itu, ia menyebut survei LSI adalah abal-abal.

Baca Juga: Prabowo Buka Baju Saat Kampanye, Netizen Bilang "Cocok Jadi Rockers, Jadi Presiden Republik Cinta ya Pak"


Prabowo-Sandi Kalah di Survei, BPN Mengaku Tidak Heran

Prabowo Berniat Pisahkan Kementerian PUPR, Menteri Basuki Bilang "Mau Diapain....."

"Hasil surveinya tendensius ingin menyerang Prabowo. Rakyat sudah tidak ada yang percaya sama Denny JA dan lembaga surveinya," jelas Nizar yang Jitunews kutip dari Jawapos.com (7/3).

"Denny JA adalah pendukung Jokowi. Tiap hari produksi dan menyebar meme untuk menyerang Prabowo-Sandi. Survei Denny JA adalah survei abal-abal karena memihak salah satu kontestan capres," imbuhnya.

Kemudian, menurut Nizar, negara timur tengah berbeda dengan Islam. Dan ia  kembali menegaskan bahwa hasil survei layak dibuang ke tong sampah.

Kubu 02 Pertanyakan Penangkapan Robert, "Apa yang Disampaikan Robert Itu Pesan Untuk Mengingatkan"

"Maka, aneh jika Denny JA menggiring opini antara memilih Pancasila atau Timur Tengah. Itu survei ngawur yang layak dibuang ke tong sampah. Ngawur, dan inilah sebenarnya pemicu konflik horizontal terjadi. Kalau pilihan atas kinerja dan visi-misi kita masih terima," pungkasnya.

Jokowi Kalahkan Prabowo di Survei, Fahri: Kita Kan Pemain, Jadi Jangan Saling Tipu

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata