logo


Petani Milenial: Saya Sangat Bangga Jadi Petani Organik, Saya Bisa Hidup Nyaman…

Direktur Perlindungan Hortikultura merasa bangga karena mulai banyak muncul anak muda yang enerjik dan kreatif dengan dunia pertanian organik.

6 Maret 2019 15:14 WIB

Ilustrasi sayuran organik
Ilustrasi sayuran organik blog.umy.ac.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Desa pertanian organik merupakan Nawacita Presiden untuk meningkatkan daya saing dan mewujudkan kemandirian ekonomi di bidang pangan.

Sejak 2016 Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran pengembangan 250 desa pertanian organik khusus komoditas hortikultura di seluruh Indonesia. Sebanyak 37 desa di antaranya berlokasi di Jawa Tengah.

Shofyan Adi Cahyono (23), Ketua Kelompok Tani Muda Citra Muda, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, bersama kelompoknya membudidayakan sedikitnya 40 jenis tanaman sayur organik.


Kementan Ajak Agropreneur Muda Berbisnis dari Hulu ke Hilir

Sofyan yang juga tercatat sebagai mahasiswa S2 jurusan pertanian ini terus berinovasi dan mengajak milenial lainnya untuk menerapkan pertanian organik.

"Saya sangat bangga menjadi petani organik. Dari usaha ini saya merasa bisa hidup nyaman, sejahtera, dapat menyehatkan masyarakat dengan produknya. Sekaligus menjaga kelestarian alam," beber Sofyan, melalui keterangan tertulis, belum lama ini.

Petani muda ini pernah diwawancarai dan diberitakan di majalah IMF karena keberhasilannya mengembangkan pertanian organik dan sekaligus menjual produknya secara online. Akhir Maret 2019 Sofyan juga dijadwalkan mewakili Indonesia ke Taiwan untuk mengikuti workshop pertanian organik.

Di lahan seluas 10 hektare bersama 30 anggota kelompok tani berusia 20-40 tahun, kelompoknya mampu membudidayakan sayuran organik sesuai standar. Produk bermerk dagang SOM (Sayuran Organik Merbabu) ini selain memenuhi permintaan masyarakat sekitar, juga sudah melayani permintaan dari berbagai kota.

"Kami sudah melayani penjualan ke Yogyakarta, Surabaya, DKI Jakarta, beberapa kota di Jawa Barat, bahkan penjualan secara online sampai ke Pulau Kalimantan," kata Sofyan.

Optimalisasi Irigasi, Jurus Jitu Kementan Agar RI Jadi Lumpung Pangan Dunia

Halaman: 
Penulis : Riana